JATIMPOS.CO/JOMBANG - Memasuki minggu ke empat bulan Oktober 2019 pekerjaan proyek di Kabupaten Jombang belum menampakkan progress yang signifikan sehingga jadi sorotan dari Komisi C DPRD Jombang, disinyalir bakal ada beberapa proyek yang tidak dapat selesai tepat waktu.


Ketua Komisi C, Choirul Anam menginginkan agar pembayaran proyek pekerjaan tidak lagi dilakukan pada penghujung tahun. Menurut Choirul, hal semacam itu membuat serapan anggaran jadi terkesan rendah dan proyek pekerjaan pun seakan tidak berjalan secara maksimal.

“Tidak boleh begini terus. Pembayarannya harus sesuai dengan progress pekerjaan. Ini memberikan kesan pekerjaan tidak jalan karena belum dibayar, padahal ketika dilaporkan jumlah pekerjaannya, semua sesuai jadwal," kata Choirul usai Komisioning pembahasan RKA APBD Tahun 2020 Kabupaten Jombang, Senin (21/10/2019).

Lebih lanjut, Choirul menargetkan penyerapan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Jombang pada tahun ini tidak akan berbeda jauh dengan tahun lalu.

Ia pun mengaku tenang dan optimistis karena masalah penyerapan anggaran ternyata tidak terkait dengan keberlangsungan proyek pekerjaan.

Namun, untuk mengantisipasi agar pembayaran proyek pekerjaan tidak terus-terusan dilakukan jelang akhir tahun, Anies mengaku Pemerintah Kabupaten Jombang telah menyiapkan strategi. Salah satunya dengan mendata dan melelang proyek-proyek pekerjaan tahun depan pada bulan ini.

“Semua proses entry dilakukan, proses koreksi atas rekening-rekening dilakukan, sehingga tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan sekarang tapi baru dilakukan besok," ujarnya.

Choirul berharap dengan adanya perubahan pada pola kerja, maka serapan anggaran di Jombang bisa lebih optimal dan pembayarannya tidak lagi direalisasikan pada akhir tahun. (her)


TERPOPULER