JATIMPOS.CO/LAMONGAN - Pandemi Covid-19 memaksa seluruh dunia untuk melakukan berbagai inovasi untuk menyelamatkan berbagai aspek, baik aspek kesehatan maupun perekonomian. Karena pandemi Covid-19 ini belum bisa dipastikan kapan akan mereda.


Salah satu yang harus beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru ini adalah pasar. Karena di pasar, lebih-lebih pasar tradisional, masih menjadi jujugan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Lamongan bersama Perumda Pasar Kabupaten Lamongan meluncurkan aplikasi berbasis android, dengan sebutan POL (Pasar Online Lamongan).

Juru bicara GTPPC Lamongan Taufik Hidayat mengungkapkan, dengan aplikasi POL ini masyarakat tidak perlu lagi pergi ke pasar secara langsung dan mengantri.

"Sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, bisa tanpa bertemu langsung dengan penjual. Pembayarannya juga bisa dengan uang virtual melalui LA Pay" ujarnya.

Dijelaskan olehnya, setelah memasang aplikasi POL, masyarakat dapat melakukan pemesanan mulai jam 07.00-20.00 WIB.

Dia memastikan harga yang tertera di aplikasi sama dengan harga yang ada di pasar, dan terus diperbarui.

Saat ini, aplikasi ini baru berlaku untuk area Kota Lamongan. Sementara pemenuhan barangnya diambilkan dari pedagang di Pasar Rakyat Sidomulyo. Untuk setiap transaksi, pemesan hanya perlu menambah  jasa pengiriman sebesar Rp 5.000.

Sementara Direktur Perumda Pasar Suhartono menambahkan, Pasar Rakyat Sidomulyo selama ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan bagi pengelola pasar, pedagang pasar, maupun pengunjung pasar.

Mulai dari penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun di bawah air yang mengalir, pemerikasaan suhu badan dan physical distancing.

"Kami juga selalu melakukan penyemprotan disinfektan setelah operasional pasar tutup,” ungkapnya. (bis)


TERPOPULER