JATIMPOS.CO/BATU - Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perubahan baru di setiap aspek kehidupan. Mulai kesadaran akan hidup bersih dan sehat hingga aspek sosial seperti lebih betah menghabiskan waktu di rumah.

Minat masyarakat untuk memiliki hunian yang bersih dan sehat juga meningkat. Sebab, saat ini orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, seperti bekerja, belajar, dan beribadah.

Oleh sebab itulah PT. Suvarna Bhumi Indonesia menggelar soft launching pembukaan perumahan HR Regency, Minggu (2/8/2020).

Karena, peminat pemukiman yang berlokasi di Jalan Tegalgondo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur itu cukup tinggi. Hal ini terbukti saat sebelum launching sudah terjual 4 unit dari total 39 unit.

Syamsul, selaku direktur mengatakan kepada jatimpos.co konsep dan harga yang ditawarkan HR Regency begitu diminati dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan proyek hunian dan akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan kepada kami,” jelasnya.

Menurutnya, HR Regency adalah perumahan yang tepat untuk investasi terbaik di Kota Batu. Hunian mewah ini mempunyai sistem keamanan yang ketat, dijaga cctv security 24 jam, one gate system, mempunyai rooftop, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi dan carpot.

Selain itu, kawasan hunian ini juga terletak di jalan poros Kota Batu dan mempunyai view pemandangan terbaik.

"HR Regency akan memberi warna baru bagi kawasan hunian di wilayah Kota Batu," beber Samsul.

Sementara, Camat Junrejo, Arif Rahmat menyatakan kebanggaannya terhadap perumahan yang digarap oleh PT. Suvarna Bhumi Indonesia ini. Pasalnya perusahaan ternama tersebut merupakan putra asli dari Kota Batu.

"Saya tentunya sangat bangga, selama ini pengembang di Kota Batu banyak di kerjakan oleh orang luar daerah batu sedangkan PT Suvarna Bhumi Indonesia ini merupakan putra daerah dan asli Kota Batu," pungkasnya.

Arif berharap dengan di bangunnya perumahan HR Regency ini bisa bermanfaat buat masyarakat setempat.

"Tentunya harus bisa bekerja sama dengan Pemerintah Desa, terutama izin pemakaman, wajib berkoordinasi bersama Kepala Desanya. Untuk fasum (fasilitas umum) harus ada dan bisa untuk di manfaatkan oleh orang banyak," beber Arif Rahmat.

Kepala desa Pendem Tri Wahyono Efendi mendukung dengan berdirinya pemukiman di wilayah desa Pendem yang sudah sesuai secara administrasi ijin pembanggunan kepada pemerintah kota batu sehingga peminat merasa nyaman dan aman untuk membelinya.

" Pembanggunan pemukiman ini saya rasa sudah sesuai perijinanpun sudah ada dan agar bisa bermanfaat buat warga di sekitar HR regency, untuk warga pendatang atau penghuni HR regency tidak ada diskriminasi jika ada permasalahan lebih baik di sampaikan secara baik kepada RT/RW setempat, " pungkasnya. (yon).


TERPOPULER