JATIMPOS.CO/KABUPATEN MALANG - Lereng Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur yang berada pada ketinggian 1000-1200 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat lokasi ini menjadi ideal untuk perkebunan kopi.




Seperti di Desa Taji, Kecamatan Jabung, pertanian kopi dengan varietas kopi arabika, robusta dan excelsa mulai dikembangkan dan semangat petani dibangkitkan kembali.

Sertu Heri Purnomo adalah tentara Babinsa anggota Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu yang menjadi motivator kebangkitan kopi Lereng Bromo di desa Taji itu.

Mantan anggota Brigif 18 Lintas Udara/Kostrad ini tak henti-hentinya memberi support kepada petani kopi di desa tersebut untuk bangkit.

Dari tangannya, Heri yang mengabdikan dirinya sejak tahun 2010 sampai sekarang telah mampu mengembalikan semangat bertani kopi kepada masyarakat desa.

"Saat pertama kali saya masuk ke desa taji, kondisi pertanian kopi sudah mati, padahal era belanda tahun 97 kopi taji sangat berjaya, namun petani beralih ke bercocok tanam sayuran dan umbi umbian," ujarnya.

"Akibat peralihan pertanian kopi ke sayuran membuat kondisi tanah menjadi gersang dan hutan pun menjadi gundul," ujarnya.

Atas dasar itu, dengan berani ia pun menggagas penghijaun hutan dengan menanam kopi melalui konsep eko lingkungan. Hasilnya, lahan yang dulu terbilang gersang  kembali menghijau dan bunga- bunga kopi kembali bermekaran.

"Disamping penghijauan, petani pun mendapatkan nilai tambahan berupa peningkatan kesejahteraan dari hasil bertani kopi," ujarnya.

Sedikit banyak kendala, tak membuatnya patah semangat untuk membangun perekonomian masyarakat desa taji. Tak sedikit petani yang menolak tawarannya untuk mengangkat kembali pertanian kopi, namun Ia tetap membangun dan menghasilkan regenerasi baru dalam dunia perkopian.

"Para pemuda disini mulai bergerak menanam kopi. Ada regenerasi di dunia kopi," ujarnya.

Tidak berhenti di titik membawa warga Taji kembali ke kopi,  Heri juga mendampingi para petani kopi untuk membentuk desa  ekowisata yang kini telah berjalan dan semakin mendongkrak pendapatan warga.

"kita sudah mulai menggagas desa wisata kebun kopi lereng bromo, konsep wisata yang ditawarkan budidaya, pasca panen, edukasi penyajian juga pengunjung dapat menikmati makanan khas desa sini," paparnya.

Selain konsep ekowisata, hasil panen kopi terbaik dari desa taji ini juga sudah dipasarkan ke seluruh nusantara.

"Kita bahkan memiliki produk kopi yang kita namakan Kopi Babinsa Lereng Gunung Bromo, " imbuhnya.

Pergulatan dan perjuangan Heri sebagai babinsa memang luar biasa dalam melakukan tugasnya. Baik sebagai seorang tentara yang kini dipacu untuk semakin memberi kontribusi nyata dalam masyarakat desa, maupun sebagai bagian dari warga negara yang hidup berbaur dengan kondisi nyata di lingkungannya.

Atas dasar keuletannya, Heri diganjar penghargaan sebagai Bukan Babinsa Biasa oleh Korem 083/Baladhika Jaya maupun Kodim 0818 Kabupaten Malang sebagai juara I dalam lomba HUT Ke-54 Korem 083. (swan)