JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - KKN 24 UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) membuat terobosan Program Kerja (Proker) unggulan berupa budidaya ikan nila kepada warga yang kurang mampu di Desa Tileng,  Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun. 


 

Dengan memanfaatkan lahan kosong warga setempat,  mereka membuat kolam. Kemudian memberikan pelatihan tentang budidaya ikan serta memberikan bantuan ikan nila beserta pakannya  kepada warga. Mahasiswa beralasan, dengan memilih pembudidayaan ikan nila ini bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. 

Zaki Alif Sadhira salah satu peserta KKN dari Fakultas Teknik Informatika UMM menjelaskan, bantuan budi daya ikan nila ini diberikan kepada empat orang perwakilan warga dari setiap dusun yang ada.  Yakni dua warga dari Dusun Krajan,  satu warga Dusun Gondoruso dan satu warga Dusun Pokolimo. 

“ Bantuan diberikan mulai dari awal pembuatan kolam, kemudian pelatihan dan masing - masing warga mendapatkan 300 benih ikan nila serta 25 kg pakan ikan, “ jelasnya. 

Ia pun berharap dengan diberikannya bibit nila tersebut,  kedepan bisa lebih meningkatkan perekonomian warga. Hasil panen pembudidayaan ikan pun bisa dijual ke pengepul maupun diolah menjadi bahan makanan yang layak jual seperti halnya abon nila.

Sementara itu,  Kepala Desa Tileng,  Miratnu mengatakan, dengan adanya proker unggulan dari mahasiswa KKN 24 UMM ini ia mengaku merasa sangat terbantu.  Pasalnya, proker unggulan tersebut selain bisa meningkatkan perekomomian juga membuka peluang kerja baru bagi warganya. 

Bahkan,  ia pun optomis ingin mengembangkan budi daya ikan nila ini mulai dari tingkat RT dan RW bahkan desa. Sehingga budi daya ikan nila ini bisa menyambung ekonomi di bidang perikanan. 

“ Program ini sangat membantu masyarakat, dan kita mau rintis buat kolam untuk budi daya ikan nila ini mulai di tingkat RT, RW dan desa.  Karena, untuk kebutuhan air disini bisa memanfaatkan sumber mata air di malam hari,  “ jelasnya. 

Untuk diketahui program KKN 24 UMM di Desa Tileng,  Kecamatan Dagangan,  Kabupaten Madiun ini diikuti 28 peserta.  KKN dimulai sejak 19 Januari hingga 9 Februari 2019. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan di Desa Tileng tersebut. Seperti Bimbingan Belajar (Bimbel), Baca Tulis Qur'an ( BTQ), pendampingan sekolah,  cek kesehatan, penyuluhan gosok gigi dan cuci tangan,  pelatihan pembuatan souvenir dari bahan bekas,  lomba voly,  lomba mewarnai, pelatihan menari dan karawitan serta berbagai kegiatan lainnya.  (Adv/jum)