JATIMPOS.CO/TRENGGALEK - Wakil Bupati Trenggalek, H. Mochammad Nur Arifin sangat mengapresiasi program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Australia dalam hal pengembangan ekonomi lokal di Trenggalek.




Program yang didukung dan difasilitasi oleh KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan) digadang-gadang dapat menumbuh-kembangkan perekonomian lokal yang dapat membantu program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek.

H. Moch. Nur Arifin mengaku menyambut positif upaya pengembangan perekonomian lokal yang sedang dikembangan Pemerintah Australia yang bekerjasama dengan KOMPAK tersebut.

"Saya sangat senang sekali dan berterima kasih dengan Pemerintah Australia yang bekerjasama dengan KOMPAK untuk membantu lokal ekonomi berbasis kelapa, janggelan dan empon-empon di Trenggalek," ucap Wabup termuda di tanah air ini, Kamis (4/10/2018).

Lebih lanjut diterangkannya, mayoritas masyarakat di Trenggalek, 60 persennya bermata pencaharian petani dan 20 persenya merupakan pelaku Usaha Kecil Menengah.

“Tapi dari angka itu 40 persennya merupakan masyarakat miskin dan hampir miskin," jelasnya.

Tiga komoditas yang diterangkan Arifin, nantinya akan dikembangkan, dan  masyarakat Trenggalek tidak akan hanya diajari on farmnya saja, melainkan juga dibelai dengan ketrampilan pengolahan out farmnya.

“Mulai tahapan pengolahan sampai dengan produksi lanjutan, sehingga barang-barang yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekomonis yang sangat tinggi,” terangnya.

Diharapkan bapak tiga anak ini, dengan program ini masyarakat bisa menambah penghasilan. Mereka yang biasanya hanya menjual di pasar lokal dengan harga yang tidak bisa bersaing, dengan dikelola lebih bagus, memerhatikan kemasan tentunya harga pasarnya bisa lebih naik dan penghasilan juga ikut naik.

“Dengan kemasan dan promo yang telah dikemas apik, maka harganya akan bisa lebih bersaing,”harapnya.

Dengan penghasilan yang tumbuh, masih lanjut Arifin,  diharapkan perekonomian juga tumbuh dan kemiskinannya dapat berkurang. Pemerintah nantinya tinggal memikirkan mereka yang berusia tidak produktif. Sedangkan yang produktif sudah bisa mandiri.

“Tentunya hal ini akan mengurangi beban APBD,”lanjutnya..

Mukhlis Ali, Leader Local Economies Development KOMPAK menyebutkan, KOMPAK berkomitmen untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk pengembangkan perekonomian lokal yang dapat berdampak pada penanggulangan kemiskinan, sesuai dengan tujuan besar KOMPAK.

“Sebelumnya KOMPAK telah melakukan pemetaan potensi komoditas dan sektor apa yang bisa dikembangkan untuk menunjang penanggulangan kemiskinan di Trenggalek,”katanya.

Menurut Mukhlis, ini pihkanya lakukan kurang lebih 1,5 bulan yang lalu.

“Kami turun ke desa-desa bersama OPD dan juga mengikutkan para private sector atau para calon pembeli untuk bertemu dengan Kepala Desa, pelaku UKM dan para petani," tuturnya.

Dari pemetaan tersebut akhirnya teridentifikasi dan disepakati bersama tiga komoditas lokal di Trenggalek yang akan dikembangkan. Komoditas ini meliputi, kelapa dengan segala produk dan turunannya, janggelan dan empon-empon.

“Sekali lagi ini dari hasil identifikasi kita,”tuturnya.

Dipilihnya tiga komoditas ini, dikarenakan komoditas ini memang sangat cocok dengan kondisi alam, memiliki potensi pasar dan cukup tersedia di Trenggalek.

“Untuk fokus dampingan komoditas kelapa dilaksanakan di Kecamatan Panggul, sedangkan janggelan di Kecamatan Pule,”tandasnya.

Model pengembangan ini berbasis kawasan yang mengutamakan kalangan wanita dan potensi lokal.

Sementara, adapun kepesertaan kali ini diperuntukan bagi pelaku UMKM, OPD, Pemerintah Desa dan Kecamatan. Dalam kegiatan kali ini KOMPAK juga menyertakan off taker, PT. Nusa Berdaya yang bergerak dibidang kelapa dan PT. Agra Daya yang bergerak dibidang tanaman holtikultura.

“Ada investor yang telah siap,” imbuhnya.

Ditambahkan Mukhlis Ali, kegiatan urun ide hasil riset pengembangan ekonomi di Kabupaten Trenggalek ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 3 Oktober hingga Jumat 5 Oktober 2018.

Kegiatan ini ditujukan untuk mendudukkan semua pihak untuk menghasilkan satu model kolaborasi atau kemitraan bisnis yang harapannya itu bisa dikawal bersama.

"Model kolaborasi ini nantinya tidak hanya menguntungkan bagi pebisnisnya saja melainkan juga menguntungkan bagi petaninya, pelaku UKM nya maupun sektor-sektor lainnya," terangnya.

Akan ada kerja keroyokan, antara KOMPAK, Pemerintah Australia, Pemkab Trenggalek dan Bapenas guna mendampingi model pengembangan ekonomi lokal yang akan dijalankan.

Aaron Watson, Perwakilan DFAT Department Foreign Affair and Trade Pemerintah Australia, mewakili negaranya , dirinya sangat bangga bisa menjadi bagian dari upaya upaya pengembangan perekonomian lokal di Trenggalek.

“Apalagi  bisa berinteraksi langsung dengan Wabup Trenggalek dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (ham)