JATIMPOS.CO/TUBAN – Rest Area Kabupaten Tuban yang diresmikan Bupati Tuban, Fatkhul Huda pada 16 September 2014 nampaknya semakin tak menarik pengunjung. Pembangunan yang menelan total anggaran Rp 5,7 miliar dari APBD 2012 -2013 seakan seperti monumen dari sang inisiator Farid Achmadi, Eks Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban.




Menanggapi hal ini, Agus Wijaya Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Tuban (Diskoperindag) selaku penerima tongkat estafet mengakui keberadaan rest area semakin sepi. Namun dia berdalih kalau intensitas menurunnya pengunjung ini juga tidak lepas dari peran pedagang di lokasi.

Dari pantauan jatimpos.co, tampak para pedagang menutup lapaknya, sehingga membuat wajah rest area sepi dan semakin tak menarik, yang menurut Agus habis masa kontraknya.

“Bukan sepi, mereka mau habis kontrak, harus dirubah dengan konsep baru,” kata mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Tuban ini.

“Event di sana hampir setiap minggu ada, tapi tetap gak banyak yg buka,” tambah dia melalui pesan WhatsApp kepada wartawan ini.

Dikutip dari jawapos.com, mantan Camat Montong ini pernah mengatakan pedagang mengeluh karena sepinya pengunjung, di antaranya karena faktor bangunan yang kurang menarik, sehingga menjadikan pengunjung enggan singgah.

Lalu, untuk merevitalisasi bangunan akan dilakukan secara bertahap, sebab pada 2018 dianggarkan Rp. 480 juta. Terinci Rp 80 juta dari APBD 2018 dan PAK serta pihak ketiga yang masing-masing Rp 200 juta.

Agus mengakui  anggaran tersebut jauh dari cukup untuk menjadikan wajah rest area lebih layak dari sebelumnya. Diperkirakannya revitalisasi membutuhkan anggaran sebesar Rp 3 – 5 miliar.

Selanjutnya mengenai anggaran yang akan diterima pada APBD 2019 untuk digunakan revitalisasi bangunan rest area ini, Agus belum bisa menjelaskannya.

Kemudian disinggung mengenai pasca nanti revitalisasi, apakah menjamin bisa berbuah manis, Agus menjawab harus bisa berbuah manis, dengan catatan menyeleksi pedagang dan menjadikan rest area sebagai kawasan kreatif.

“Belum,” jawab Agus singkat saat ditanya kawasan kreatif yang dimaksud detailnya seperti apa.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Tuban Karjo saat dikonfirmasi dua kali terkait kondisi rest area saat ini dengan beberapa pertanyaan melalui pesan whatsapp tidak menjawab dan hanya dibaca saja.

Diketahui rest area yang terletak di Jalan RE Martadinata Tuban dibangun di tanah eks terminal seluas 9.000 M2. Dalam peresmiannya kala itu, Bupati Fatkhul Huda berharap keberadaan Rest Area tersebut jangan sampai menambah daftar proyek lagi yang tidak produktif. Karena ada beberapa proyek pembangunan di Tuban kondisinya tidak produktif. (min)