KRIMINAL

JATIMPOS.CO/TUBAN - Mohamad Laskur, penghina wartawan di kolom komentar media sosial Facebook Jaringan Informasi Tuban (JITU) menyesal dan menyatakan permintaan maaf, usai diinterogasi penyidik Satreskrim Polres Tuban, Selasa (11/12/2018).

JATIMPOS.CO//BOJONEGORO- Anggota jajaran Sat Reskrim Polres Bojonegoro pada Jumat (30/11/2018) lalu, mengamankan seorang lelaki berinisial DK (28) warga Desa Tanah Merah Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang, yang diduga telah melakukan tidak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Pelaku ditangkap petugas setelah dilaporkan oleh ibu kandung korban, karena pelaku telah melakukan persetubuhan terhadap korban, sehingga petugas langsung mencari keberadaan pelaku, hingga akhirnya petugas berhasil mengamankan pelaku yang saat itu sedang berada di sekitar Jalan Manunggal, turut Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, kepada awak media ini pada Sabtu, (08/12/2018) sore menjelaskan, bahwa peristiwa persetubuhan tersebut terjadi pada Rabu (03/10/2018) lalu, di sebuah rumah yang berada di dalam Kota Bojonegoro.

“Korban baru berusia 15 tahun, warga Bojonegoro Kota,” tutur Kapolres

Setelah kejadian tersebut, pelaku pergi meninggalkan korban sehingga korban tidak berani bercerita pada keluarganya.

Dan baru pada hari Jumat, (30/11/2018) pagi, korban mau menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya.

“Sehingga ibu korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bojonegoro.” tutur Kapolres.

Selah mendapat laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, petugas berhasil mengamankan pelaku yang saat itu sedang berada di sekitar Jalan Manunggal, turut Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

“Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Bojonegoro untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang, Nomor  1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.” pungkas Kapolres. (met)

 

JATIMPOS.CO/KOTA BLITAR - Praktik asusila dengan menampilkan penari striptis di Maxi Brillian Live Musik, Resto dan Karaoke, Kota Blitar, akhirnya digrebek aparat kepolisian, Sabtu (3/12/2018) sekitar pukul 01.30 dini hari.

JATIMPOS.CO/KOTA BLITAR -Desakan kebutuhan ekonomi dan kurangnya ketrampilan membuat seorang remaja lelaki di Kabupaten Blitar, nekat mencuri kotak amal masjid, Selasa (27/11) sekitar pukul 22.00.

JATIMPOS.CO/PONOROGO - Kejaksaan Negeri Ponorogo (Kejari) memusnahkan Ribuan Barang Bukti (BB) kasus kejahatan selama tahun 2018, Kamis (29/11/2018).