JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Mengaku sebagai anggota Intel Polres Pacitan, Joshua Anggara (27), warga Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun mampu memperdayai DA (44), warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.




Pelaku akhirnya bisa menguras tabungan wanita yang berprofesi sebagai guru yang mengajar di SMK PGRI Mejayan tersebut hingga mencapai Rp 91 Juta.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono  menjelaskan, modus dari tersangka ini adalah berjanji untuk menikahi korban dengan jaminan sebagai anggota Polisi. Ada beberapa korban yang berhasil diperdayai oleh tersangka. Korban pertama melaporkan tahun 2016, kemudian diproses dan menjalani hukuman tahun 2017 selama 1 tahun 1 bulan.

“Perkara yang sekarang kita tangani ini perkara yang sama, mengaku Polisi juga kemudian setelah menjalani hukuman yang bersangkutan kita lakukan penangkapan, jadi ini pelaporan Polisi ditahun 2016 tempat kejadian di Desa Garon Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun,“ jelasnya.

Motif tersangka ini, menurut Kapolres Madiun, tersangka datang kerumah korban menemui orang tua korban dengan mengaku sebagai anggota Polisi Intel di Polres Pacitan dan akan menikahi korban. Kemudian korban memberikan ATM kepada tersangka karena merasa percaya dan yakin kepada tersangka.

Lebih lanjut dia jelaskan, pada April 2016 hingga Juni 2016 ATM tersebut digunakan secara pribadi oleh tersangka dengan berbagai alasan, seperti untuk berobat, sekolah di Bandung, dan untuk biaya persiapan pernikahan tersangka dengan korban.

Sementara sesuai dengan print out rekening koran korban, pada April 2016 tersangka mengambil uang pada tabungan korban sebesar Rp 20.550.000, Bulan Mei 2016  sebesar Rp. 44.000.000, dan Juni 2016 sebesar Rp 11.698.000. Selain itu korban juga memberikan uang secara tunai sebesar Rp 9.000.000 dan Laptop seharga Rp 6.000.000.

“Karena korban ini curiga terhadap tersangka, akhirnya korban mencari tahu siapakah tersangka tersebut dengan mencari informasi kepada temannya yang bertugas di Polres Pacitan, dan ternyata tersangka yang mengaku sebagai Yuda Fajar yang berdinas sebagai anggota Intel tersebut tidak ada.  Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Madiun kemudian tersangka diamankan beserta barang buktinya,“ terangnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan tersebut diantaranya,  sebuah laptop, delapan lembar rekening koran Bank BRI KCP Caruban dan satu lembar chat korban dengan tersangka.

”Terhadap tersangka ini dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP  tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah, “ pungkasnya. (jum)