JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Dua orang pelaku pencurian spesialis pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Senin (21/1/2019) berhasil diringkus anggota jajaran Polres Bojonegoro.




Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, mengatakan, kedua pelaku berinisial BI (32), warga Kelurahan Dupak, Kecamatan Kerembangan, Surabaya dan MA (26), warga Desa Srowo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Gersik.

"Keduanya berhasil ditangkap petugas di sebuah tempat di Desa Srowo Kecamatan Sidayu Kabupaten Gersik," ujar Kapolres dalam konferensi pers, Selasa (22/1/2019).

Berdasarkan penyidikan awal, pelaku mengaku telah melakukan pembobolan enam mesin ATM, empat di antaranya berlokasi di Bojonegoro dan dua lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Adapun mesin ATM yang berhasil dibobol kedua pelaku yaitu, ATM Bank Mandiri Syariah, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bojonegoro kota. Lalu, sebuah mesin satunya ATM Bank BRI, di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Bojonegoro kota, ATM Bank Jatim, juga terletak di Bojonegoro kota. Selanjutnya sebuah mesin juga ATM Bank BRI di Depan Kodim 0813 Bojonegoro.

“Selain membobol ATM di Bojonegoro, pelaku juga membobol dua ATM di wilayah Kabupaten Pasuruan,” kata Kapolres.

Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku awalnya melihat-lihat saja ATM tersebut tentunya sekitar ATM sepi orang. Sembari berpura-pura sebagai tukang service, sejurus kemudian melakukan pembobolan. Dengan secepat kilat dan tampak sangat mahir serta berpengalan kemudian mengambil barang berupa CPU dan DVR dari CCTV, sementara pelaku tidak mengambil uang yang ada di mesin ATM tersebut.

“Kita sempat kesulitan mengidentifikasi pelaku karena DVR CCTV diambil oleh pelaku, namun akhirnya anggota berhasil mengetahui identitas pelaku,” kata Kapolres.

Kerugian material akibat dirusak kedua pelaku dari masing-masing TKP atau setiap mesin ATM, diperkirakan mencapai Rp 20 jutaan.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP. Keduanya diancam dengan pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun.

Kapolres juga mengimbau kepada warga masyarakat, khususnya di wilayah kabupaten Bojonegoro, apabila mengetahui ada orang atau seseorang yang mencurigakan sedang berada di dalam mesin ATM, terlebih lagi sedang melakukan perbaikan dengan membongkar mesin ATM, tidak ada salahnya untuk menanyakan kartu identitas dari orang tersebut. (met)