JATIMPOS.CO//BOJONEGORO- Nova Setya terawan (27) warga Desa Kendalrejo, RT 003, RW 002, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa timur, nekat menceburkan diri ke Bengawan solo, dari atas Jembatan ‘Glendeng’, Jum’at (1/2/2019) sekitar pukul 20:30 WIB, hingga Sabtu (020/2/2019) sekitar pukul 17:00 WIB ini, belum juga ditemukan.

Pemuda tersebut diketahui berasal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro kota melompat dari atas jembatan yang menghubungkan dua wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban itu. Dia nekat melakukan aksi bunuh diri dikarenakan ada masalah keluarga yang menderanya.

Guna menemukan korban hingga berita ini dutulis, Tim SAR Gabungan dari BPBD Tuban bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Kendalrejo dan Desa Simo Kecamaan Soko hingga sore hari masih dalam pencariannya. Aparat dari Polsek Soko, Koramil Soko dan Satpol PP Kecamatan Soko; Relawan dari Tagana Tuban, serta warga masyarakat sekitar, masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

Kapolsek Soko AKP Yudi Hermawan, kepada jatimpos.co yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, bahwa saat ini semua tim gabungan dibantu Tim dari Basarnas Surabaya, masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

“Kami juga menerjunkan lima orang personel untuk membantu pencarian. Namun, hingga siang ini korban masih belum juga ditemukan,” tutur AKP Yudi Hermawan saat diwawancarai media ini.

Masih menurut Yudi Hermawan, bahwa Tim SAR dari BPBD Tuban menurunkan 1 (satu) unit perahu karet dan Basarnas Surabaya juga menerjunkan 1 (satu) unit perahu karet.

“Saat ini masih dilakukan penyisiran, mulai dari titik jatuhnya korban hingga ke sejumlah titik dilokasi ke arah hilir. Semoga proses pencarian dapat berjalan dengan lancar dan korban segera ditemukan,” katanya sambil berharap.

Sementara itu, menurut salah satu staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Frendy Setiawan mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencarian korban, sejak dilaporkan tenggelam Jum’at malam, hingga Sabtu sore ini, korban belum juga ditemukan juga.

“Kondisi air sangat keruh, arusnya juga deras serta banyak sampah (sarah, Jawa red) yang bisa menghambat proses pencarian,” tegas Frendy Setiawan.

Ungkapnya kepada wartawan ini bahwa tim gabungan telah melakukan penyelaman hingga ke dasar sungai yang kedalaman sekitar 10 meter. Bahkan sementara penyusuran di sejumlah lokasi ke arah hilir, hingga sejauh empat kilometer sudah dua kali melakukan penyisiran.

Namun, hinga saat ini belum ada hasil dan pencarian akan dilakukan hingga nanti sore nanti. “Mudah-mudahan, korban segera ditemukan,” pungkasnya.

Dari pihak nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya yang juga warga tetangganya, sebelum berita ini ditulis, jika Nova Satya Terawan nekat melakukan aksi bunuh diri ke Sungai Bengawan solo itu, diduga karena ada masalah keluarga.

Berdasaran keterangan saksi Sutrisno (30) yang juga kakak iparnya, di hari malam Jumat itu, Sutrisno datang ke rumah korban dengan maksud untuk menasehati korban, karena korban ada permsalahan keluarga, yang harus diselesaikanya.

Hanya saja, korban tidak terima dan marah-marah hingga akhirnya korban keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda motornya. Mengetahui hal itu, Sutrisno membuntuti dari belakang hingga korban berhenti di jembatan tersebut.

Sutrisno yang juga saksi dalam kejadian tersebut, melihat saat korban turun dari sepeda motornya, dan tiba-tiba korban langsung melompat ke sungai itu. Sebelum kejadian itu, kakak iparnya sudah berupaya menahan korban agar tidak nekat untuk melompat, namun usahanya sia-sia, karena dengan secepat kilat korban langsung melompat hingga tenggelam dan dilaporkan hilang. (met)