JATIMPOS.CO//BOJONEGORO - ZA bin AYB, (26), warga Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro terpaksa menjalani ritual pernikahan dengan gadis pujaannya seorang perempuan berinisial DKT binti SG, (17) diruang tahanan Mapolres Bojonegoro, hari Kamis lalu (07/02/2019).  

“Dia memang diperbolehkan menikah setelah mendapatkan ijin administratif dan  hanya melakukan pernikahan saja,” kata Wakapolres Bojonegoro, Kompol Achmad Fauzy SIK SH MIK saat dikonfirmasi jatimpos.co, Sabtu, (09/02/2019).

Kompol Fauzy menjelaskan bahwa pihak pengantin laki-laki adalah seorang pemuda yang terjerat kasus hukum, berinisial ZA bin AYB (26) warga Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, yang saat ini sedang menjalani proses penyidikan dan ditahan di ruang tahanan Polres Bojonegoro.

Prosesi akad nikah tersebut dipimpin oleh penghulu atau pejabat dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojonegoro Kota, Mochammad Charis, disaksikan oleh saksi dari kedua mempelai.

Turut hadir dan menyaksikan prosesi pernikahan tersebut, Wakapolres Bojonegoro, Kompol Achmad Fauzy SIK SH MIK yang mewakili Kapolres Bojonegoro dan sejumlah pejabat utama Polres Bojonegoro, serta sejumlah kerabat dari kedua mempelai.

Mochammad Charis, memberikan wejangan kepada kedua mempelai agar setelah menikah, dapat menjalin komunikasi dengan baik, saling bantu dan tolong menolong. “Setelah menikah, harus saling memberi maaf dan menerima kekurangan pasanganya,” tutur Mochammad Charis.

Mochammad Charis juga berpesan kepada kedua mempelai untuk selalu menjalin tali silatrurrahmi dengan kedua orang tua masing-masing, dan kepada orang tua dari pasangannya.

Sementara itu, Wakapolres Bojonegoro, Kompol Achmad Fauzy S.I.K, S.H, M.I.K, usai pelaksanaan akad nikah tersebut kepada sejumlah awak media yang hadir menuturkan, bahwa kegiatan akad nikah yang digelar di Polres Bojonegoro tersebut sesuai permintaan dari tersangka yang mengajukan hak-haknya, yang salah satunya adalah melangsungkan pernikahan.

Wakapolres menjelaskan, bahwa tersangka ZA bin AYB (26) saat ini sedang menjalani proses penyidikan dalam perkara persetubuhan, sehingga terhadap tersangka dilakukan penahanan di ruang tahanan Mapolres Bojonegoro. “Perkaranya saat ini sedang ditangani oleh penyidik dari Sat Reskrim Polres Bojonegoro,” tutur Wakapolres.

Menurut Wakapolres, dalam proses penahanan terhadap tersangka, pihaknya tidak menghilangkan atau mengurangi hak-hak dari tersangka. “Legalitas dan legitimasi daripada hak tersangka yang mengajukan permohonan untuk melangsungkan pernikahan, kita fasilitasi,” pungkas Wakapolres, Kompol Achmad Fauzy.(met)