JATIMPOS.CO/KOTA MALANG - Sebanyak 20 siswa SD Kauman 3 Malang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru olahraga berinisial IM. Dalam kasus kekerasan seksual tersebut oknum guru olahraga dipastikan tidak akan mengajar lagi.




Peristiwa memprihatinkan ini terbongkar saat para orangtua korban kekerasan seksual melapor ke kepolisian pada 9 Februari 2019 lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Malang, Zubaidah usai mediasi bersama Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual (ATKS) di halaman kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Senin (18/2).

Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang yang menemui para pendemo mengatakan, pihak Diknas Kota Malang tetap mengutamakan pendidikan dalam penanganan kasus di sekolah dan Penguatan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) disemua jajaran sekolah, serta menyerahkan kasus pencabulan murid SD Kauman 3 ke pihak Kepolisian. Pihaknya terus menuntut kepala sekolah untuk melaporkan kejadian - kejadian di sekolah secara periodik ke Dinas Pendidikan.

“Sudah diputuskan, oknum guru tersebut sudah tidak mengajar lagi,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyediakan trauma healing bagi para korban kekerasan seksual di setiap sekolah.

Zubaidah menyampaikan program trauma healing akan dilakukan setiap hari Jumat. Psikolog anak akan dihadirkan untuk memberikan sosialisasi dan perbaikan mental bagi korban kekerasan seksual," pungkasnya. (yon)