JATIMPOS.CO//MALANG- Pelaku pencurian uang  sejumlah 146 juta di Pondok Pesantren Al Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang akhirnya memberikan pengakuan terkait alasan dirinya mencuri. Bernama Siska (21) itu mencuri karena alasan kebutuhan ekonomi.

Dihadapan awak media, pelaku tidak banyak memberikan jawaban dan hanya berdiri sembari menundukkan kepala. "Saya mohon maaf, saya menyesal telah melakukan perbuatan ini," kata pelaku yang juga Mahasiswi di salah satu kampus negeri di Kota Malang.

Kanit Reskrim Iptu Supriyono menjelaskan, uang dari hasil curian dipergunakan pelaku untuk berbelanja pakaian dan untuk berobat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Katanya pelaku ini sakit. Setelah kami telusuri benar, hasil pencurian itu sebagian dibuat bayar ke RS UMM melalui nota yang kami temukan," ucapnya, (20/2).

Polisi berhasil menelusuri dan mengamankan barang bukti(BB)Hasil penelusuran, Polisi mengamankan berupa baju, tas, uang senilai Rp 146 Juta, Sandal, Sepeda Motor Honda, HP Samsung A7 dan nota-nota pembelian beserta kartu ATM.

Untuk menghilangkan jejak, Pelaku sempat membuang beberapa baju dan tas di Jembatan Kaliketek, Bengawan Solo, Kabupaten Tuban.

"Jadi sebelum ditangkap, pelaku sempat mengirimkan uang hasil curian itu melalui pengiriman ekspedisi senilai Rp 146 Juta. Hal itu dilakukan karena pelaku merasa takut setelah melihat berita di medsos dan komentar netizen," paparnya.

Supriyono menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kasus ini. Hal itu dikarenakan, pihak Ponpes Al Ishlahiyah tidak memberikan secara pasti jumlah uang yang dicuri oleh Siska tersebut.

"Kemarin itu katanya Rp 130 Juta, tapi pelaku mengembalikan Rp 146 Juta. Kemudian pihak Ponpes mengaku telah kehilangan Rp 213 Juta. Jadi masih simpang siur. Untuk itu kami akan lakukan pendalaman lagi," ucapnya. Pelaku akan dikenai Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(yon)