JATIMPOS.CO//SAMPANG- Sidang kasus pembunuhan gara-gara bertengkar di Medsos terhadap Subaidi, warga Kecamatan, Sokobanah, Kabupaten, Sampang yang dilakukan oleh Idris (32) warga Desa Tamberu Laok Kec. Sokobanah Sampang akhirnya di putus Majelis Hakim PN, Sampang, kemarin (2/4). 

Hakim menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap terdakwa Idris, karena terbukti melanggar pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana.

Dalam agenda sidang putusan, hakim menyatakan terdakwa Idris terbukti melanggar pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Dalam putusan seumur hidup itu, terdakwa Idris menyatakan ingin pikir-pikir.

Arman Syahputra. SH, kuasa Hukumn Idris, menyatakan bahwa dirinya masih berkoordinasi dengan pihak keluarga kliennya, karena menurut Arman, masih ada tenggang waktu 7 hari dari putusan Majelis Hakim, dirinya merasa keberatan karena eksepsi kliennya tidak jadi pertimbangan oleh Majelis Hakim PN Sampang.

Vonis Hukuman seumur hidup dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Budi Setyawan, hakim ke-2 I Gede Perwarta dan Hakim ke-3 Hakim Afrizal. Putusan Majelis Hakim tetsebut, Selasa (02/04/2019. Sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Idris terhadap korban Subaidi dengan senjata menggunakan senjata api, terjadi pada 21 November 2018, di Desa Sokobanah Tengah. Penyebabnya terpidana Idris dan korban Subaidi terlibat pertengkaran di media sosial (Medsos).

Terpidana Idris berpura-pura mau pasang gigi karena profesi korban sebagai tukang gigi. Ditengah perjalanan terpidana Idris menimbak Subaidi dengan senpi jenis bareta buatan Italia, tepat didadanya hingga tembus ke perut korban.

Korban saat itu masih mendapat perawatan medis namun korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal di salah satu Rumah Sakit Surabaya. Dan kini Idris sebagai pelaku pembunuhan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya mendekam di penjara seumur hidup. (dir)