JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Para petani di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini, sekarang harus lebih berhati-hati jika menaruh gabah hasil panennya yang biasanya diletakkan di tepi sawah. Pasalnya, kini telah muncul komploton pelaku pencurian gabah yang bergentayangan di Kota Ledre ini.



Baru saja terungkap, pencurian gabah 15 sak milik petani yang ditumpuk di tepi jalan Kecamatan jalur Trucuk - Malo, tepatnya di Jalan Raya Tanggir, Kecamatan Malo, Bojonegoro, Sabtu (23/02/2019) lalu.

Modusnya, komplotan pencurian gabah itu berkeliling dengan membawa kendaraan pikup jenis carry. Jika terlihat ada tumpukan gabah yang ditaruh di pinggir jalan dan tak ada pemiliknya, maka gabah itu langsung dinaikkan ke mobil yang dibawanya itu, lalu dibawa kabur.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldy Hangga Putra dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Bojonegoro, Senin (06/05/2019) menyebutkan, bahwa pihaknya telah berhasil menangkap salah satu pelakunya, yaitu seorang pria berinisial BI.

Dari pengembangan yang dilakukan satuannya, selain BI, masih ada dua orang komplotan pencurian gabah yang sudah masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Sedangkan satu orang telah ditahan di Polres Blora atas kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

“Kasusnya sudah kita kembangkan dan penadahnya juga sudah kita tangkap,” kata Kasatreskrim Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rifaldy Hangga Putra.

Lanjut AKP Rifaldy, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa komplotan pencurian gabah tersebut sudah melakukan pencurian di 11 lokasi, yakni, di wilayah Kecamatan Malo, Ngasem, Kasiman, Padangan dan Gayam.

Dari ulah komplotan pencuri gabah itu, mereka berhasil meraup uang sebanyak Rp 70 juta. Sedangkan, pelaku mengaku uang hasil pencurian itu digunakan untuk membeli sepeda motor dan untuk foya-foya.

“Uang hasil pencurian gabah itu sudah dipakai untuk beli sepeda motor, mabuk-mabukan dan main perempuan,” ujar BI di hadapan puluhan wartawan Bojonegoro.

Oleh penyidik, pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 e, bahwa pencurian yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih, dapat diancaman kurungan penjara selama-lamanya 7 tahun penjara. (met)