JATIMPOS.CO/LAMONGAN - Lagi-lagi korban media sosial facebook dialami seorang wanita, sebut saja Menik (25). Setelah kenalan dengan seorang pria bernama Muslikhin (27), mereka copy darat, dan ujung-ujungnya berakhir di atas ranjang sebuah losmen Pantai Kenjeran, Surabaya.



Semula, Menik yang ternyata berstatus janda itu tak mempermasalahkan soal hubungan intim tersebut. Tapi, ketika foto-foto seronok saat mereka berduaan itu disebar di facebook, Menik tak bisa terima. "Saat itu saya tidak begitu menghiraukan. Lha kok foto itu disebar di Facebook. Tentu saja saya malu dan melaporkan kasus ini ke polisi, '' tutur korban.

Muslikhin, warga Dusun Gligis, Desa Sumberrejo, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan itu akhirnya berhasil ditangkap anggota Polsek Sarirejo, Minggu (14/6/2015).Ia harus menjalani pemeriksaan karena perbuatan pidana yang dilakukan, menyebar gambar porno seorang perempuan di jejaring sosial.

Kapolsek Sarirejo, AKP Gunawan Wibisono menjelaskan, pelaku ditangkap di Plasa Lamongan, setelah polisi menerima laporan korban. Pelaku dipancing untuk bertemu dengan korban.

"Korban kami minta menelepon dan bisa bertemu. Ternyata, pelaku meminta bertemu di Plasa Lamongan dan langsung ditangkap," kata Gunawan.

Pelaku dan korban berkenalan lewaf Facebook. Setelah itu pelaku merayu untuk bisa bertemu. Korban yang terkena rayuan maut pelaku akhirnya memenuhi permintaan pertemuan itu.

Selanjutnya, Sabtu (6/6/2015) keduanya bertemu di pasar tingkat. Korban diajak jalan-jalan naik motor hingga ke Gresik dan akhirnya sampai ke Kenjeran, Surabaya.

Di Kenjeran itulah pelaku mengajak korban masuk hotel dan melakukan hubungan badan secara gratis. Dan ternyata pelaku memotret korban dengan handphone. '

Dari hasil pemeriksaan, pelaku menyebarkan foto bugil korban pada 9 Juni 2015. Polisi menemukan kecocokan bahwa foto yang ada di facebook akun milik pelaku sesuai dengan foto korban bugil di handphone pelaku.

Karena perbuatannnya, pelaku dijerat pasal 282 KUHP, tentang penyebaran pornografi dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. Pelaku juga akan dijerat undang-undang IT.(yus)