JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke-100 tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggelar Festival Pecel Pincuk Madiun yang diadakan di sepanjang Jalan Pahlawan Kota Madiun, Jumat (22/6/2018).


 

Dalam festival itu juga dinilai oleh tim penghitung jumlah pecel pincuk berasal dari Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) dan tim penilai penyajian pecel pincuk dari Indonesian Chef Association.

Usai dinilai dan dihitung, Pemkot Madiun pun berhasil memecahkan rekor dunia yang resmi tercatat di MURI sebagai rekor yang ke 8.475 atas rekor pemrakarsa dan penyelenggara sajian nasi pecel terbanyak, dengan jumlah sajian pecel pincuk yang disajikan sebanyak 16.825 pincuk.

“Ini adalah bukti bahwa Kota Madiun adalah Kota Pecel. Tentu saja ini harus kita uri - uri, karena pecel pincuk merupakan hal yang tak terpisahkan dari masyarakat Kota Madiun,“ kata Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto.

Menurutnya, rekor ini sudah melebihi ekspestasi. Karena, tidak hanya tercatat di Indonesia, melainkan juga tercatat sebagai rekor tingkat dunia. Ia pun berharap, hal ini bisa menginspirasi generasi yang akan datang, bahwa nasi pecel bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kota Madiun.

“Diharapkan, kedepan bisa meningkatkan daya saing ekonomi daerah atas kearifan lokal, khususnya nasi pecel. Sehingga nasi pecel merupakan destinasi kuliner yang tidak lagi asing dan bisa meningkatkan serta mengundang wisatawan lokal maupun asing untuk berkuliner di sini, sehingga akan berdampak pada Pendapan Asli Daerah,“ ungkapnya.


Ketua TP PKK Kota Madiun, Hj. Sri Ismah Sugeng Rismiyanto menyajikan nasi pecel pincuk ke pengunjung.

---------------------------------
Sebagai bukti atas rekor dunia tersebut, Sri Widayanti yang mewakili Ketua Umum MURI Jaya Suprana menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Wali Kota Madiun.

Menurut Sri Widayanti, untuk kota madiun ini bukan kali pertama. Karena, sebelumnya Pemkot Madiun sudah ada beberapa rekor yang tercatat di MURI. Antara lain, pameran gambar kodok terbanyak 49.914 pada Februari 2006 dan menempel gambar dengan tema kekayaan laut dari media daur ulang diatas kain terpanjang oleh Himpaudi pada 29 Nopember 2006.

Selain itu, juga ada rekor pembuatan rangkaian sambel pecel terpanjang 1.292 meter pada Juni 2007, serta pembuatan madu mongso terpanjang 1.700 meter pada 31 Desember 2011 dan juga penyajian nasi pecel terbanyak 9.217 pincuk pada Desember 2011.

“Rekor penyajian nasi pecel terbanyak 9.217 pincuk ini sempat ditumbangkan oleh Kabupaten Blitar sebanyak 14.730 pincuk pada Mei 2016 lalu, dan pada hari ini dalam rangka Hari Jadinya yang ke 100 tahun Kota Karismatik Madiun kembali berhasil meraih rekor tersebut dan dinobatkan sebagai rekor dunia dengan sajian nasi pecel terbanyak 16.825 pincuk,“ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Madiun, Agus Purwowidagdo mengatakan, dalam festival pecel pincuk yang digelar mulai pukul. 07.00 WIB – 10.00 WIB tersebut diikuti peserta dari usaha mikro kecil penjual pecel sebanyak 100 penjual yang tersebar di 27 kelurahan yang ada di Kota Madiun. “Ini mencerminkan usia Kota Madiun ke - 100 tahun,“ ujarnya.

Menurut dia, selain penjual pecel, festival itu juga diikuti para pelaku usaha BUMN, BUMD dan perhotelan sebanyak 12 peserta. Sedangkan kepada seluruh peserta penjual pecel pincuk pada festival itu akan diberikan piagam penghargaan.

“Festival ini sebagai salah satu upaya Pemkot Madiun untuk memberdayakan dan memberikan apresiasi kepada usaha mikro kecil penjual pecel pincuk agar selalu berperan aktif menjaga dan melestarikan pecel pincuk sebagai makanan khas Kota Madiun,“ pungkasnya. (Adv/jum)