JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Pasar Ngat, sebuah pasar wisata di Bojonegoro yang menyediakan aneka jenis kuliner khas ‘ndheso’ dengan penyajian suasana tempo dulu.



Pasar ini buka mulai jam 07.00 WIB pagi dan selalu dipadati oleh wisatawan, baik yang berasal dari Bojonegoro maupun dari daerah lain seperti Tuban dan Lamongan.

“Hari ini hampir sekitar 300 orang pengunjung yang hadir di lokasi wisata ini. Mereka tertarik karena keunikannya harus beli dengan koin yang ditukar langsung di loket tempat itu,” ungkap Adib Nurdiyanto, Motivator Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Jumat (1/3/2019).

Menurut Adib, ada yang sudah beberapa kali berkunjung, namun ada pula yang baru pertama mengunjungi. Mereka berkunjung dengan alasan pingin tahu dan ada yang dapat informasi dari orang lain. Belum sampai satu bulan dibuka, Pasar Ngat sudah banyak dikenal oleh penikmat wisata maupun penikmat kuliner dari berbagai kota.
Aktifitas pembeli atau pengunjung yang akan menikmati jajanan atau kuliner, harus menukar uang dengan koin untuk membeli makanan, koin inilah yang digunakan bertransaksi.

"Keunikan inilah yang menjadi pembeda obyek wisata Pasar Ngat dengan destinasi wisata lain di Bojonegoro", ujar Wahyu Setiawan selaku Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia asal kota Ledre.

Ketua Masyarakat Pariwisata Bojonegoro mengatakan, Pasar Ngat ini sudah sangat layak untuk dikunjungi bagi wisatawan, karena disamping unik dalam penyajian, konsep yang ditawarkan bernuansa tempo dulu sangat terasa, seperti pedagang maupun pengelola menggunakan busana tempo dulu.

"Rencananya saya akan mendatangkan wisatawan dari Negara Lithuania untuk berkunjung ke Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas ini sekitar awal bulan Maret mendatang. Kalau wisatawan Manca Negara saja datang, kenapa warga Bojonegoro tidak pingin ke Pasar Ngat," terang Wahyu Setiawan.

Masih menurut Wahyu Setiawan, ia yakin dan optimis geliat pariwisata Bojonegoro akan bisa berkembang. Terbukti wisatawan dari Eropa saja tertarik ingin datang ke Pasar Ngat yang berada di Desa Mojodeso.

Terpisah, Kepala Desa Mojodeso mengungkapkan, Pasar Ngat ini sebagai bentuk perpaduan suasana alam desa yang asri dengan dipadu aneka jajanan kuliner tempo dulu. Pengunjung di samping berwisata dengan santai juga bisa menikmati aneka jajanan khas dengan suasana pedesaan tempo dulu.

"Untuk pengembangan wisata Pasar Ngat sangat kami harapkan. Pengunjung meningkat akan memberikan keuntungan dari para pedagang sehingga perekonomian masyarakat desa akan menjadi lebih baik," pungkas Wariman. (met)