JATIMPOS.CO/BOJONEGORO-Warga Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupeten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur digemparkan oleh penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki dialirkan Sungai Bengawan Solo, Jum’at sore, (15/02/19).

Menurut keterangan salah satu warga setempat mengatakan, bahwa pada sekitar pukul 14: 30 WIB, telah melihat sesosok mayat yang mengambang di Bengawan Solo, akhirnya warga tersebut meminta tolong ke warga lain untuk melaporkan ke pihak Desa, dan pihak Desa meneruskan ke pihak Polsek Kanor.

“Setelah mendapat laporan pihak Polsek, Sat Pol PP, dan BPBD Kabupaten Bojonegoro serta Kabupaten Tuban, langsung menuju berhamburan ke lokasi untuk memastikan informasi tersebut,” kata Kepala Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Syihabuddin kala ditemui jatimpos.co, memastikan keberadaan informasi terkait warganya yang dulu dikabarkan menceburkan diri di sungai tersebut, Sabtu, (16/02/2019) .

Kemudian pihak BPBD Kabupaten Bojonegoro dan pihak Dokpol Inafis Polres Bojonegoro langsung mengevakuasi jasad korban. “Setelah melakukan evakuasi dan ternyata jasad tersebut adalah jasad korban yang sebelumnya telah dicari oleh petugas beberapa hari yang lalu yaitu seseorang yang menceburkan diri dari atas jembatan di Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota,atas nama Nofa Setya Nurrohman (27) warga Desa Kendal Rejo Kecamatan Soko, Kabupeten Tuban,” tutur Plt. Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro, Nadhif Ulfia saat ditemui media ini.

Penemuan hal tersebut dikuatkan menurut keterangan dari pihak keluarga korban dan dibetulkan oleh Kepala Desa Kendal Rejo bahwa mayat yang ditemukan adalah benar-benar pemuda itu.

” Memang jasad tersebut memang benar-benar Nofa Setya Nurrohman, karena pihak keluarga sudah memberikan keterangan dan memastikan kalau jasad tersebut adalah keluarga kami yang dulu menggembarkan warga disekitar lokasi,” ujar Sutrisno (paman korban).

Selanjutnya jasad korban langsung di bawa oleh petugas ke RSUD Soesoedoro Djati Koesoema, Kabupeten Bojonegoro untuk di visum. (met)

 

JATIMPOS.CO/BOJONEGORO-Sabtu pagi (16/2)  sekitar pukul 09 :15 WIB seisi Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro dihiruk-pikukkan oleh terbakarnya sebuah bis jalur antar provinsi, Bis Agra Mas dengan Nopol B 7371 KGA jurusan Jakarta.

Menurut keterangan sopir Bus Heri Priyanto (42) warga Pati Jawa Tengah yang ditemui jatimpos.co dilokasi, mengatakan bahwa sebelum kejadian Bus tersebut di parkir di tempat cucian di area berkumpulnya bus istirahat di terminal itu pada pukul 05.30 WIB untuk dicuci, setelah Bus di cuci diparkiran untuk antri, lalu Bus dimatikan.

Sementara itu kenek Bis, Agus Lukman Hakim, (42), asal Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah mengatakan setelah memarkirkan bisnya itu tiba-tiba dia melihat kepulan asap tebal dari kejauhan. Dia menduga kepulan asap itu dari dalam bisnya. Tidak selang lama lalu ada teriakan dari orang-orang kru bis lain.

“Saat itu saya sedang tidur-tiduran, tiba-tiba dikejutkan oleh-oleh teriakan mereka,”ungkapnya. Selanjutnya kenek bis tersebut lari secepat kilat menghubungi petugas pos siaran lalu dilanjutkan ke petugas BPBD Kabupaten Bojonegoro.

Hanya dalam waktu sebentar saja beberapa petugas Damkar BPMD Kabupeten Bojonegoro dengan menerjunkan 3 unit Mobil damkar 2 ukuran besar, dan 1ukuran kecil. Dalam kurun waktu kurang dari 30 menit kebakaran dapat diatasi.

Sementara itu Kapolsek Bojonegoro Kompol Eko Dhani R dikonfirmasi media ini di lokasi mengatakan bahwa kebakaran tersebut akibat konselting kelistrikan dari AC, dan katanya tidak ada unsur yang lain, kejadian tersebut murni musibah.

”Ini murni musibah tidak ada unsur lain dalam musibah tersebut,” katanya.

Kapolsek Kota ini menghimbau kepada semua kru bis yang lain agar berhati-hati saat memarkirkan kendaraan. “Periksa dulu sebelum istirahat, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” cetusnya.

”Saya berharap kepada kru bis periksalah sebelum istirahat, cek kelistrikanya dulu sebelum istirahat,” pungkas pria berpangkat satu melati dipundaknya itu. (met)

 

JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Sekarang ini adalah puncaknya musim penghujan. Para orangtua hendaknya lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya saat bermain, terutama saat mereka bermain di sekitar saluran air atau pinggir sungai.

JATIMPOS.CO/PONOROGO - Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Ponorogo gencar memberikan sosialiasi kepada masyarakat terkait penggunaan knalpot brong yang menjadi larangan. Seperti yang dilakukan oleh Kanit Dikyasa Satlantas Polres Ponorogo Ipda Dul Hajis beserta 1 personel Aipda Hadi Priono, Jumat (28/12/2018), sebagai bentuk penyuluhan kepada masyarakat dan pemilik toko variasi.

JATIMPOS.CO/PONOROGO - Jemingan, laki-laki berusia 64 tahun dan bekerja sebagai petani, ditemukan meninggal dunia di tepi sawah, Rabu (19/13/2018).Petani itu kemudian diketahui warga Jl. Johan Rt 05 Rw 03 Kel. Beduri Kec/Kab. Ponorogo.