JATIMPOS.CO/SAMPANG - Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Rabu pagi (5/12/2018), mengelar agenda sidang  putusan nomor perkara 38/PHP.BUP-XVI/2018 atau hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Sampang, atas laporan salah satu paslon Bupati Sampang, nomor urut 2 H. Hermanto Subaidi dan H. Suparto, dari 3 paslon bupati yang ada.



  
Sidang yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Anwar Usman, Arif Hidayat, Eniy Nurbaningsih, Idewa Gede Paguna, Saldi Isra, Wahiduddin Adams, Suhartoyo dan Aswanto dijadwalkan dimulai pukul 10.00 Wib, yang berakhir pada pukul 10.53 WIB.

Berdasarkan hasil sidang, MK mengesahkan dan menerima hasil perolehan suara pemungutan suara (PSU) ulang yang merupakan perintah dari putusan sela sebelumnya.

Pada sidang tersebut dibacakan dan disahkan pula perolehan hasil pemungutan suara ulang oleh KPU Sampang yang dilakukan pada 27 Oktober 2018 silam yaitu Paslon nomor satu (1) H. Selamet Junaidi – H. Abdullah Hidayat memperoleh suara 307.126 suara, Paslon nomer dua (2) H. Hermanto Subaidi – H. Suparto 245.768 suara dan Paslon nomer tiga (3) H. Hisan – H. Abdullah Mansyur 24.746 suara.
 
Artinya, MK memenangkan paslon nomor urut 1 (H. Selamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat) sebagai paslon bupati yang memperoleh suara terbanyak.

“Dengan ini kami memerintahkan kepada pihak termohon untuk melaksanakan putusan yang bersifat final ini,” kata Anwar Usman ketika membaca putusan dengan diiringi ketukan palu.

Sementara itu, menurut Syamsul Arifin komisioner KPU Sampang, pihaknya bersyukur atas kelancaran sidang pengucapan putusan tersebut.

“Alhamdulillah sidang putusan berjalan lancar dan mengesahkan hasil rekapitulasi pilkada ulang tanggal 27 oktober 2018. Selanjutnya kami KPU Sampang, akan menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih paling lambat 3 hari pasca putusan MK,” pungkasnya.

Sementara Paslon bupati terpilih, H. Selamet Junaidi - H. Abdullah Hidayat, mengaku bersyukur dan siap memimpin Sampang lebih baik, hebat bermartabat. "Mari membangun Sampang lebih baik, yang hebat bermartabat," tutur H. Selamet Junaidi.(dir/man)