JATIMPOS.CO/TUBAN – Proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang didanai APBD 2019 akan segera dikerjakan. Proyek pembangunan jalan ini sudah selesai lelang dan penandatanganan kontrak yang terbagi menjadi tiga paket.


Dari data yang dihimpun jatimpos.co, paket pertama (Tunah – Kowang) total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 24,5 milyar, paket kedua (Kowang – Semanding) HPS sebesar Rp 22,3 milyar, dan paket ketiga ( Semanding – Jarum) besaran HPS Rp 22,3 milyar.

Nilai persis pagu nilai di paket pertama ini Rp 24.486.540.000. Peserta tender sebanyak 57 kontraktor dan dimenangkan oleh PT Telaga Pasir Kuta yang beralamat di Jalan Suryalaya XVIII NO.13, RT.10/RW.04 Buah Batu, Kelurahan  Cijagra, Kecamatan  Lengkong - Bandung (Kota) - Jawa Barat dengan harga penawaran Rp 16.644.592.345,17.

Paket kedua detail nilanya sebesar Rp 22.286.514.000 peserta tender 58 kontraktor dan dimenangkan PT. Tectonia Grandis beralamat di Jalan Gayungsari Timur X No. 2 - Surabaya (Kota) - Jawa Timur dengan nilai penawaran Rp 15.151.151.515,15.

Sementara pagu paket ketiga sebesar Rp 22.318.696.000 peserta tender 65 kontraktor dan dimenangkan PT Sugih Waras Jaya beralamat di Dusun Jabung Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Jenu – Tuban dengan nilai kontrak Rp 15.383.965.975,84.

Kabag Humas Pemkab Tuban Rohman Ubaid yang dihubungi terpisahmengatakan, proyek jalan lingkar selatan sudah selesai pada penandatanganan kontrak. Pada  tanggal 13 dan 14 Juni lalu pemenang tender sudah menandatangani dan harus segera dilaksanakan.

“Jalan lingkar selatan paket I, II, III itu dikerjakan bersamaan. Masa deadlock pengerjaan sampai 6 bulan setelah tanda tangan kontrak,” kata birokrat asal Kecamatan Kerek ini.

Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tuban, Edi Kartono, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak diangkat dan pesan whatsApp tidak dibalas.

Sebagaimana diketahui, proyek besar JLS dengan panjang sekitar 19,9 km itu terbagi dua jalur. Jalur pertama melintasi wilayah selatan kota. Jalan ini terbentang dari Desa Tunah, Kowang, Penambangan, Prunggahan, ketiganya di Kecamatan Semanding.

Selanjutnya Sugiharjo, Kembangbilo, dan Mondokan, ketiganya di Kecamatan Tuban. Hulu jalan lingkar ini persis pada Km 6-7 jalan Tuban-Babat. Persisnya di Pertigaan Tunah. Sementara hilirnya di simpang jalan SMPN 4 Tuban. Jalur pertama ini menghubungkan akses jalan menuju Terminal Wisata Kambang Putih Tuban. Panjang ring road ini sekitar 14,9 km.

Jalur kedua melalui wilayah utara kota,  jalan ini menghubungkan Tunah -Tegalbang, Sumurgung, dan Kradenan dengan jalan Daendeles atau jalur pantura. Jalur kedua ini panjangnya sekitar 5 km. Hulu jalur ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari barat tikungan jalur pertama yang juga di Tunah.

Hilir jalur ring road ini di pertigaan gudang Pusri. Rekayasa Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Darat (DLLAJD) Provinsi Jatim memperkirakan, jalur lingkar selatan ini nantinya akan dijadikan akses pembuangan arus lalu lintas dari timur kota menuju Semarang. Sehingga, kendaraan yang transprovinsi tidak masuk kota.

Sementara jalur kedua untuk pembuangan arus lalu lintas dari Semarang setelah masuk kota, arus lalu lintas yang sebelumnya belok ke utara Jalan Manunggal dibuang ke timur. (min)