JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Pembinaan Kepegawaian bagi Sekdes PNS se-Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka oleh Bupati Bojonegoro Dr Hj Mu'awanah, di ruang Angkling Dharmo Pemkab Bojonegoro, Rabu (9/1).




Plt. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Faisol Ahmadi, SH dalam laporannya mengatakan bahwa acara yang dihadiri oleh sekdes PNS se-Kabupaten Bojonegoro ini bertujuan untuk  menyamakan presepsi peran Sekdes terkait keberadaan Sekdes sebagai PNS.

"Terkait  tugas dan fungsi pokok Sekretaris Desa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagai Sekdes di Pemerintahan Desa sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan Undang - Undang Nomor 05 tahun 2014 tentang ASN yang harapannya nantinya mereka bisa paham apa yang menjadi tanggung jawabnya," ungkap Faisol Ahmadi, SH.

Dalam kesempatan itu Bupati Bojonegoro, Dr Hj Mu'awanah dalam sambutannya  menyampaikan bahwa keberadaan ASN sangat penting sebagai sumber daya manusia serta berperan suporting pembangunan desa dan terpenting tentunya sebagai pelayan masyarakat.

"Untuk itu Sekdes sekarang penuh tantangan, Carik (sebutan Sekretaris Desa/Sekdes) berbeda dengan saat ini sebagai implikasi dari pelaksanaan Undang-Undang Desa dengan anggaran yang disalurkan melalu Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD)," katanya.

Kata dia tentunya soal tuntutan pengelolaan keuangan yang lebih fokus, cepat dan tepat.

"Ada dua diksi disini yaitu peran Sekdes sebagai pelaksana di pemerintahan desa dan sebagai ASN," paparnya.

Harapannya adanya kebijakan Kabupaten Bojonegoro yang tidak bisa digeneralisir, pemerintah akan memanggil tenaga, pikiran saudara untuk membangun Bojonegoro sebagai bagian tugas dan fungsi ASN, untuk itu dituntut sistem kekinian untuk penguatan kelembagaan di pemerintahan disemua tingkatan.

Tampak hadir dalam acara tersebut  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Kabupaten Bojonegoro (Djoko Lukito) dan seluruh Camat Se-Kabupaten Bojonegoro. (met)