JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Era otonomi daerah saat ini pelayanan publik sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang baik.




Dengan dasar itu Pemkab Bojonegoro  berinisiatif membuat Mall Pelayanan Publik. Soft Launching Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bojonegoro itu dilalukan oleh Bupati Bojonegoro, Dr Hj. Anna Mu'awanah, Rabu (9/1/2019).

Acara yang dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik Jl. Veteran ini dihadiri oleh jajaran Forkompimda Kabupaten Bojonegoro, Kepala Biro Organsiasi Setda Prov. Jatim, Pj.  Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD lingkup Pemkab Bojonegoro, Instansi Vertikal dan Pimpnan Perbankan di Wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Mujianto selaku Pj Kepala Bagian Ortala menyampaikan bahwa maksud pendirian Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Bojonegoro adalah dalam rangka upaya menyelenggarakan pelayanan publik yang cepat, mudah, terjangkau, aman, dan nyaman.

"Adapun tujuannya adalah mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai jenis pelayanan dalam satu tempat secara terintegrasi," ungkapnya.

Ruang lingkup pelayanan pada mal pelayanan publik meliputi seluruh pelayanan perizinan dan non perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan daerah dan serta pelayanan badan usaha  milik negara (BUMN) dan BUMD.

Mal pelayanan publik ini baru menampung 30 instansi. Pelayanan yang sudah ada itu berasal dari pemkab, instansi pusat di daerah, maupun instansi pelayanan lain yang ada di Kabupaten Bojonegoro, dengan jumlah 199 layanan.

Kedepan recananya seluruh pelayanan perijinan dan non perijinan yang dimiliki oleh Pemkab Bojonegoro akan dipindahkan secara menyeluruh ke mal pelayanan publik.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan, Pelayanan Publik merupakan salah satu dari delapan Area Perubahan.

Perubahan baru terhadap tata cara pemerintah dalam melaksanakan pelayanan publik. Dalam hal pelayanan, Kabupaten Bojonegoro pada dasarnya telah banyak melahirkan berbagai bentuk pelayanan yang semakin memudahkan masyarakat. Namun demikian tidak kemudian menjadikan inovasi baru bentuk pelayanan publik menjadi terhenti.

"Bahkan kedepan diharapkan semakin banyak inovasi akan lahir dan benar-benar menjadikan masyarakat semakin puas dengan pelayanan pemerintah," cetusnya.

Bupati Bojonegoro menambahkan bahwa diera digital semua sudah di dalam genggaman, oleh karena itu sebagai ASN yang melayani masyarakat juga merupakan instrument penting sebagai support pembangunan dan sistem, harus bisa merespon perkembangan ini  karena hal tersebut sangat diperlukan.

Dengan telah dibukanya Mal Pelayanan Publik ini diharapkan pelayanan Pemkab Bojonegoro ke masyarakat akan menjadi semakin baik, terintegrasi dan dapat menjadi salah satu solusi dari bentuk pelayanan terpadu yang dapat dijangkau dalam satu tempat. (met)