JATIMPOS.CO/KOTA BLITAR - Pelaporan surat pemberitahuan (Surat Pemberitahuan Tahunan/SPT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kota Blitar diserbu wajib pajak, Rabu (13/3/2019). Antrean terjadi karena para pemilik nomor pokok wajib pajak (NPWP) bakal dikenai denda jika terlambat melapor. Wajib Pajak (WP) tampak mulai berdatangan sekitar pukul 07.30 wib pagi ke kantor yang berlokasi di Jalan Raya Kenari No 118 Kota Blitar.



Kepala KPP Pratama Blitar, Dwi Hariyadi mengatakan, batas akhir pelaporan tersebut ditetapkan hingga tanggal 31 Maret 2019. Jika melewati batas waktur tersebut maka wajib pajak akan dikenakan denda adminitrasi sebesar 100 ribu bagi wajib pajak pribadi, dan Rp 1 juta untuk wajib pajak badan.

Ditambahkan oleh Dwi Hariyadi, bahwa untuk Wajib pajak badan masih diberi batas waktu hingga tanggal 30 April 2019. "Jadi masih ada kemungkinan meningkat pesat di tanggal 31 Maret 2019," katanya.

Lanjut dikatakan, berbagai kemudahan diberikan dalam proses pelaporan pajak. Salah satunya dengan menggunakan sistem Electronic Filing atau e-Filing Pajak. Cara ini bisa dilakukan untuk mengindari antrean. Sistem pelaporan pajak (Surat Pemberitahuan Tahunan/SPT) online ini dibuat sesuai perkembangan teknologi informasi yang marak penggunaannya di tengah-tengah masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu antre untuk proses pelaporan pajak. Hanya cukup sekali saja wajib pajak mendaftar ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mendapatkan Electronic Filing Identification Number (EFIN). Setelah itu, baru bisa melakukannya secara online.


Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama KPP Blitar, Dwi Hariyadi.

----------------------
EFIN sendiri merupakan nomor identitas yang diterbitkan oleh Ditjen Pajak kepada wajib pajak yang melakukan transaksi eloktronik. Setelah daftar Anda akan menerima email berisi identitas pengguna, yakni kata sandi dan tautan untuk mengaktivasi akun. Wajib Pajak harus mengklik tautan dalam email tersebut.

Setelah terdaftar dan akun online aktif Wajib Pajak sudah bisa melakukan proses/login dan menggunakan seluruh layanan online, salah satunya e-Filing.

Menurut Dwi Hariyadi, selain menerapkan sistem jemput bola untuk mencapai target pelaporan tahun ini, beberapa program sudah dilaksanakan seperti sosialisasi hingga penggalian potensi ke beberapa intansi pemerintahan.

Bahkan sudah memberikan imbauan dalam bentuk email maupun pesan singkat agar WP melaporkan SPT secara tepat waktu. "Dengan upaya itu, selain mengalami pertumbuhan positif, kesadaran wajib pajak yang terus meningkat," ujarnya.

Sementara itu salah seorang wajib pajak yang ditemui jatimpos.co mengatakan awalnya membayangkan susah mengunakan e- Filing, tapi setelah dicoba ternyata gampang. "Untuk bisa mengaktifkan e-Filing paling cepat antara 5 sampai 10 menit," ujar Dian, wajib pajak badan. (sk)