JATIMPOS.CO/BOJONEGORO - Ribuan perempuan dari pelbagai pelosok daerah tumpah ruah di pendopo Pemkab Kabupaten Bojonegoro,  Senin (18/03/2019) pagi.



“Mereka datang dari seluruh penjuru Bojonegoro yang tersebar di 28 Kecamatan dan 430 Desa atau Kelurahan,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto.

Kedatangan warga ini untuk menghadiri undangan Bupati Bojonegoro untuk menghadiri Deklrasi dan Pengukuhan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Bojonegoro tahun 2019.

Kepala Dinas P3AKB Adie Witjaksono, S.Sos.M.Si menyampaikan bahwa satgas ini ditunjuk langsung oleh Bupati Bojonegoro sebagai Satgas PPA tingkat dusun, desa hingga kabupaten yang berjumlah sekitar 1600 Satgas. Satgas ini dibentuk karena adanya permasalahan soal kekerasan pada perempuan (ibu) dan anak di Bojonegoro.

“Pada intinya persoalan perlakuan kekerasan ini bukan dari luar tapi dari dalam keluarga itu sendiri. Dengan demikian adanya satgas ini dapat mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan,” kata Adi Witjaksono.

Harapannya, anggota satgas yang mengetahui adanya kekerasan terhadap anak atau perempuan bisa memberikan solusi atau melaporkan kepada perangkat atau aparat.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah menyampaikan bahwa dalam kasus kekerasan terhadap ibu dan anak ini jangan dilihat dari jumlah kasus saja, namun juga dari kedalaman kasus eksploitasi terhadap anak itu sendiri.

“Saya menginginkan bahwa tujuan Satgas ini dibentuk tidak hanya menurunkan kuantitas angka kekerasan terhadap anak namun juga meningkatkan kualitas terhadap pendampingan dan pembinaan kepada korban,” ujarnya.

Intinya dengan adanya satgas PPA, kaum ibu di Bojonegoro harus memiliki rasa yang sama terhadap korban. Tindak perilaku diskriminatif terhadap korban, perannya juga diharapkan agar bisa menjaga rahasia korban.

“Semua satgas harus memiliki komitmen tersebut agar pendampingan terhadap anak dan perempuan bisa berjalan maksimal,” harapnya. (met)