JATIMPOS.CO/TUBAN - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tuban Ahmad Ja'far Ali atau yang akrab dipanggil Gus Afa melaporkan akun media sosial facebook bernama Sai Mo ke Mapolres Tuban, Senin (24/02).

Akun Facebook Sai Mo diduga melakukan ujaran kebencian kepada Bupati Tuban, Fathul Huda lewat unggahan yang ditulis di kolom komentar group Media Informasi Orang Tuban (MIOT) Minggu (23/02).

"Saya tidak terima kyai saya Fathul Huda dikatakan seperti itu," kata Afa didampingi sejumlah politisi PKB.

Afa menjelaskan, ujaran kebencian kepada Bupati Tuban dua periode itu berawal saat salah satu akun facebook bernama Ozie Sam memposting narasi, yang berbunyi "Sayangilah rakyat kecilmu pak. Nyawa kami cuma satu, jaga nama baik Tuban, lengkap dengan gambar jalan raya yang rusak. Setelah ada postingan ini kemudian pada pukul 20.20 WIB akun Facebook Sai Mo langsung berkomentar yang jelek-jelek kepada bupati.

Afa menduga akun Facebook Sai Mo sengaja mengunggah ujaran kebencian yang ditujukan kepada Bupati Tuban, lantaran kesal karena jalan raya Surabaya-Semarang rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Hal itu juga diperkuat dengan kata-kata Sai Mo lainnya di kolom komentar.

"Akun ini juga menulis kata-kata Bupati keturunan a**g kui dadi kelakukane kyok a**g," jelasnya.

Menurut Afa pelaporan akun Facebook Sai Mo ke polisi selain membuat efek jera pemilik akun tersebut juga sebagai pelajaran bagi pengguna media sosial lainnya agar tetap bijak dalam bermedia sosial.

"Hari ini selain GP Ansor Tuban ada sejumlah perwakilan pemuda milennial yang ikut mendampingi kami dalam melaporkan dugaan ujaran kebencian ke polres," imbuhnya.

Adapun barang bukti yang dijadikan dasar pelaporan yakni berupa screenshot akun Facebook Sai Mo lengkap dengan kata-kata yang ia tulis di kolom komentar group facebook.

"Harusnya bijak lah bermedia sosial karena kita tahu jalan Pantura Surabaya-Semarang itu kan bukan ranah atau kewenangan pemerintah daerah tapi itu pusat, dan harapan kami semoga pihak kepolisian segera memproses kasus ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri membenarkan bahwa telah menerima laporan. Menurutnya ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (min)

 

TERPOPULER