JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Sebanyak 8 ribu tenaga pendidik honorer di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mulai mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu.

Kepala Disdik Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, BLT guru honorer itu mulai dicairkan sejak minggu-minggu kemarin, bahkan beberapa dari mereka ada yang sudah mengambil dari rekeningnya masing-masing.

"Saya lihat kemarin sudah, laporannya mulai kemarin dan ini contohnya ada yang sudah ditarik dan ada yang sudah terisi saldonya. Jadi terus berjalan," kata Akhmad Zaini, Jum'at (18/9/2020).

Menurutnya, data awal yang diajukan sebanyak 19 ribu guru honorer. Namun, dari angka tersebut hanya 8 ribu yang berhak menerima. Hal itu dikarenakan terjadinya pengurangan secara otomatis yang dimungkinkan karena data double di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Sudah menerima BLT dari desa dan BLT Dinas Sosial Pamekasan," paparnya.

Lebih jauh, Pak Zaini sapaan akrabnya menyampaikan, orientasi bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Disdik terhadap para guru honorer yang selama ini terdampak Covid-19

"Bukan seperti berita yang mengatakan tutup mata dan tutup telinga. Justru ini karena kita peduli, cuman prosesnya tidak mudah dan 8 ribu itu tidak gampang verifikasinya," terang dia.

Pak Zaini berharap bantuan tahap pertama itu bisa segera tuntas dalam minggu-minggu ini, bahkan ia juga berharap pengajuan tahap kedua bisa disetujui oleh Pemkab.

"Tahap pertama ada yang belum masuk karena ada beberapa kendala di rekening seperti rekeningnya mati atau tidak sesuai dengan yang dipilih kita," tutupnya. (did).


TERPOPULER