JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2019 dengan mengambil tema “ Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital ” telah diselenggarakan di Kota Surabaya, Sabtu (09/02/2019) lalu. Puncak peringatan HPN 2019 yang berlangsung di Grand City Covention Surabaya tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Serangkaian acara puncak Hari Pers Nasional pun digelar. Meliputi Deklarasi Pers Nasional oleh Ketua Dewan Pers, pemberian sertifikasi verifikasi dari Bawaslu kepada penanggung jawab Mapilu dan penyerahan penghargaan di bidang pers serta berbagai kegiatan lainnya.

Tak hanya di Surabaya, peringatan Hari Pers Nasional pun juga digelar di daerah lain. Seperti halnya peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan Pemkot Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama wartawan di Hotel Aston Kota Madiun, Rabu (13/2/2019).

Meski cukup sederhana peringatan HPN tersebut mampu mempererat jalinan komunikasi dan silaturrohmi, baik sesama wartawan maupun mitra birokrasi Pemkot Madiun. Ini membuktikan jika selama ini jalinan komunikasi antara insan pers yang bertugas di wilayah Kota Madiun dengan eksekutif di jajaran Kota Madiun, selalu harmonis. Terutama dengan para pejabat di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selaku kepanjangan tangan Pemkot dalam menyampaikan informasi.

Wali Kota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto yang turut hadir dalam kesempatan itu pun menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional kepada rekan-rekan media. Sekaligus, memberikan ucapan terima kasih atas kerjasamanya selama ini.

'' Saya yakin teman-teman pers selalu mengedukasi masyarakat Madiun dengan memberikan tayangan sesuai data. Saya berharap, pers nasional juga menjadi palang pintu informasi bagi masyarakat,'' tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan pembahasan dalam puncak HPN 2019 di Grand City Surabaya beberapa waktu lalu disebutkan bahwa pers saat ini menghadapi tantangan besar di era digitalisasi. Meskipun masih ada perbedaan. Dia tidak akan pernah menjadikan perbedaan itu menjadi persoalan. Yang terpenting menurutnya adalah media apapun harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“ Oleh sebab itulah saya mengimbau kepada insan pers untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya dalam berkarya. Sehingga, tetap menjadi media kepercayaan masyarakat. Pers akan tetap jaya jika senantiasa meningkatkan kapabilitas dan kualitas,'' tegasnya.

Sementara itu, Sudarno perwakilan wartawan Kota Madiun, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot Madiun atas kerjasama yang terjalin baik dengan insan pers selama ini. Dalam kesempatan itu, wartawan harian Bhirawa tersebut juga mengapresiasi kinerja Pemkot Madiun. Khususnya, Wali Kota Madiun. Ia pun berharap, hubungan baik antara Pemkot dan insan pers di Kota Madiun dapat terus terjalin. Bahkan, semakin baik lagi ke depannya.

'' Selamat kepada bapak Walikota atas penghargaan dan prestasi yang diraih selama menjabat di Kota Madiun, dan apa yang dicita-citakan dapat tercapai dan lancar. Kami insan pers juga akan terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,'' pungkasnya. (Adv/jum).

JATIMPOS.CO//SAMPANG- Kedatangan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh ke Sampang menjelang pemilihan umum (Pemilu) serentak, Kepala daerah hingga Presiden 17 april mendatang. Ia datang dan menggelar pertemuan di Pendopo Kabupaten Sampang, Sabtu Malam (9/2).

Diketahui, Surya Paloh adalah pendukung petahana Presiden Jokowi. Partainya, yaitu Nasdem bersama PKB, PPP, Golkar, Hanura, PSI, PKPI dan Perindo mendukung pencalonan kembali Calon Presiden (Capres) dari PDIP tersebut.

Surya Paloh juga melakukan pertemuan khusus di ruang tertutup di salah satu ruangan di Pendopo Bupati Sampang.

--------------------------

Dari pantauan Jatim Pos, Surya Paloh datang Ke Sampang Sabtu malam (09/02) di pendopo Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dan langsung menggelar seremonial di Pendopo, yang di temui seluruh kader Partai Nasdem se_Sampang, Timses Kemenangan Bupati Sampang Slamet Junaidi, Sejumlah Kepala SKPD, hingga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kab. Sampang.

Dalam Sambutannya, Surya Paloh memberi ucapan selamat atas terpilihnya kadernya, H. Slamet Junaidi sebagai Bupati Sampang, yang baru di lantik beberapa pada tanggal (30/01) tersebut. Dia mengatakan, ini menjadi langkah awal pembangunan di kabupaten Sampang.

"Ini harus direspons oleh Saya, NasDem berkewajiban membuktikan bahwa kadernya memiliki kemampuan membangun bangsa lebih baik, dengan mempercepat pembangunan di sini," tegas Surya Paloh di Pendopo Trunojoyo, Sampang, Sabtu (09/02).

Paloh berjanji membantu pembangunan Kabupaten Sampang. Dia akan mendorong pemerintah pusat memberi dukungan pada Pemerintah Kabupaten Sampang.  Sebab, pembangunan tidak boleh terhenti hanya di sekitar Jembatan Suramadu, namun harus dilanjutkan sampai ke daerah lain di Madura, khususnya di Sampang, tuturnya.

Menariknya, di sela - sela sambutannya, ada muatan politis yaitu, "Kalaulah saja nanti Allah memberi ridho terpilihnya kembali Presiden Jokowi, NasDem akan menyatakan, saya ada utang janji sama Kabupaten Sampang," ujar Paloh.

Pernyataan ini menjadi perhatian serius oleh Para undangan yang hadir. “Sehingga banyak yang bertanya-tanya kedatangan Surya Paloh,” ungkap Mukhlis seorang politisi Partai bulan bintang (PBB) tersebut.

Hal senada juga di ungkapkan Mamang seorang aktifis sekaligus pengamat politik di Sampang. "Setelah saya amati, dari kedatangan Surya paloh ke Sampang yang di kemas seremonial dan adanya pertemuan tertutup di Pendopo Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, saya meyakini ada kepentingan politis pemenangan Capres Jokowi di Pilpres 17 april mendatang" ungkapnya.

Sementara Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi turut menyambut baik semangat itu. Ia mengaku masih ada banyak kendala yang ditemuinya, mengingat Sampang adalah kabupaten yang tingkat penganggurannya tinggi.

Dia mengaku tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada banyak pihak yang mendorong pembangunan besar-besaran di daerahnya tersebut.

"Tentunya lewat teman-teman NasDem DPR RI di sana dan Bapak Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, Saya yakin ini akan diperhatikan," Jelas Slamet.(dir/man)

 

JATIMPOS.CO//TUBAN - Belum banyak orang yang tahu bahwa di Kabupaten Tuban ada pengrajin layang-layang dengan kualitas berskala internasional. Bahkan, produk layang-layang produk asli anak Bumi Wali ini mampu menembus pasar luar negeri atau ekspor. Pengrajin mainan tersebut bernama Kartana warga Dusun Ketapang, Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. 

Berkat keahlian tangannya, layang-layang yang dihasilkan mampu menembus pasar mancanegara. Usaha Kecil Menengah (UKM) pembuat layang-layang binaan  PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban tersebut pernah mengirim layang-layang hingga  ke Prancis, Malaysia, Cina, dan kebeberapa negara lainnya.

 ‘’Layang-layang buatan saya dikenal oleh orang luar negeri karena saya juga sering mengikuti berbagai event lomba layang-layang baik yang digelar di dalam maupun di luar negeri. Dan dalam keikutsertaan itu saya sering menjadi juara,’’ ungkap pria kelahiran 12 Agustus 1981 tersebut.

Menurutnya, layang-layang yang ekspor seperti layang-layang berbentuk naga, bentuk tokoh pewayangan kayak Semar, Gatot Kaca, Puno Kawan, dan berbagai bentuk lainnya dengan ukuran layang-layang minimal sepanjang 3 meter dengan teknik not painted, sehingga kolaborasi warnanya benar-benar dari kombinasi kain, karena semua layang-layang dibuat dari bahan kain.

‘’Kalau yang saya jual keluar ke mancanegara biasanya berdasarkan pesanan, orangnya minta bentuk apa kita layani,’’ ujar pria yang berhasil memperoleh juara pertama pada Festival Layang-layang Sedunia di Johor, Malaysia pada Maret 2018 lalu.

Lebih lanjut, pria yang hanya lulus jenjang SMP tersebut mengatakan, ada beberapa jenis layang-layang yang dia buat diantaranya jenis 2 D (Dimensi), 3 D, dan jenis train. Selain itu, juga membuat layang-layang jenis delta untuk yang dijual dipasaran lokal. Layang-layang jenis delta tersebut rutin dia hasilkan.

‘’Untuk layang-layang yang jenis delta ini saya jual dipasaran lokal saja, yang paling jauh sampai Rembang, Jawa Tengah. Dan membuatnya setiap hari hingga mencapai 50 unit walaupun tidak ada pesanan,’’ katanya.

Sebelumnya mulai 2015, layang-layang delta yang dihasilkannya hanya mencapai 20 unit dalam sehari hanya, namun melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG) di periode 2018, Semen Indonesia telah membantu  mesin jahit dan alat sablon, sehingga sekarang produksi rutinnya meningkat menjadi 50 unit layang-layang delta perharinya. Dalam proses produksinya ia dibantu oleh isteri dan beberapa pemuda desa setempat.

Senior Manager of Publik Relation & CSR Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo mengatakan bahwa, Semen Indonesia berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Salah satunya dengan P2M-SG, perusahaan mendorongsuksesnya usaha-usaha yang disertai dengan pemberdayaan masyarakat sekitarnya. Sehingga, dengan begitu usaha ditengah-tengah masyarakat secara otomatis akan meningkatkan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

‘’Semen Indonesia berkomitmen untuk maju, tumbuh, dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat,’’ tandasnya.

Diketahui, pada tahun 2018 ada 114 proposal kategori pemberdayaan masyarakat yang  didanai PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – Pabrik Tuban melalui P2M-SG, dan 76 proposal jenis infrastruktur yang didanai. Dan pada tahun iniperusahaan berharap proposal yang masuk ke Semen Indonesia semuanya berbasis pemberdayaan masyarakat. [Min]

 

JATIMPOS.CO//BATU- Menko Perekonomian Darmin Nasution menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) peternakan rakyat kepada para perwakilan peternak di lapangan  Ds. Pandesari Kec. Pujon Kab. Malang, Sabtu (9/2).

Hadir pada kesempatan itu Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, SIK, Msi,  Ir. Wahid Wahyudi ( Asisten Il Pemprov Jatim ) mewakili Gubernur Jatim, Didik Muljana ( Sekda Kab.Malang ), Mayor TNI Choirul Efendi ( mewakili Dandim 0818 ), Pimpinan BUMN/BUMD, KH. Marzuki Mustamar ( Ketua PWNU Jatim ), Mustain, M. Ag.( Kemenag Kab. Malang ), Muspida Kab. Malang, Muspika Kec. Pujon dan warga yang menerima bantuan KUR.

“Dalam pemberian KUR peternakan diadakan secara besar-besaran seperti ini karena kita ingin perkembangan peternakan terutama Sapi berkembang secara pesat sebagaimana juga untuk di wilayah sumatra dan sulawesi KUR diberikan untuk usaha perkebunan karet dan lain-lain"kata Menteri  Darmin Nasution.

Menurut Darmin Nasution, Pemerintah tidak ingin memberikan bantuan kepada masyarakat ala kadarnya, maka kita tidak akan memberikan bantuan Hewan ternak yang jumlahnya hanya 2 ekor saja, dengan maksud biar cepat berkembang dan sehat-sehat  yang dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahterakan keluarga dari masyarakat Indonesia"lanjutnya. 

"Ada macam-macam bentuk penyaluran KUR, ada yang untuk petani garam, nelayan yang berupa perahu dan alat-alatnya, untuk berkebunan, Peternakan dan lain sebagainya" ujarnya.

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan bahwa secara umum Industri di Jatim saat ini berkembang dan meningkat 5,48% namun dalam bidang peternakan masih belum naik secara siknifikan dan masih belum sesuai dengan harapan kita.

“Sehingga diharapkan dengan adanya KUR KUR Peternakan rakyat bisa menjadikan Jawa Timur menjadi sentra perkembangan perternakan yang handal,” ujarnya dalam sambutan yang di bacakan  oleh Ir. Wahid Wahyudi seraya menyampaikan permintaan maaf Gubernur Jatim tidak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan puncak dari Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya dan dihadiri oleh Presiden RI. (yon)

 

JATIMPOS.CO//SURABAYA- Presiden RI Joko Widodo beserta istri menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Mall, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).  Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah menteri kabinet kerja, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua PWI Pusat Atal S.Depari, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Penanggungjawab HPN Margiono, para duta negara sahabat dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengemukakan, kepercayaan masyarakat terhadap Media Sosial (Medsos) terus menurun dan masyarakat masih percaya media konvensional atau arus utama. "Terus terang saya sangat gembira dengan situasi seperti ini. Selamat kepada pers yang masih sangat dipercaya masyarakat," ujarnya.

Menurut Jokowi, tidak mudah membuat publik percaya di tengah persaingan media sosial yang marak, bahkan dengan suguhan-suguhan informasinya.

Mengutip data dari Edelman Trust Barometer, Jokowi menyebut media konvensional lebih dipercaya masyarakat daripada media sosial. 

Hasil survei Edelman Trust Barometer pada 2018, kata Jokowi, kepercayaan masyarakat kepada media konvensional tercatat masih tinggi. Namun dari tahun ke tahun terus turun. Pada 2016, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional sebesar 59 persen, sementara media sosial angkanya 45 persen. 

"Pada 2017, media konvensional angkanya 58 persen dibanding 42 persen. Dan pada 2018, media konvensional 63 persen banding 40 persen," kata Jokowi. Di sisi lain, kata Jokowi, seiring dengan ekspansi jaringan internet, perkembangan media sosial melompat sangat tinggi. Pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 143,26 juta jiwa.

 "Jumlah itu sebesar 54,68 persen dari total populasi masyarakat Indonesia. Dari jumlah itu, 87,13 persen mengakses media sosial," katanya. Besarnya aksestabilitas masyarakat terhadap media sosial membuat setiap hal yang viral akan menjadi rujukan media sosial. 

"Dari data itu, semakin ke sini semakin besar kepercayaan publik terhadap media konvensional. Ini harus dipertahankan," ucap Jokowi.  Era media sosial, kata dia, membuat siapa pun dapat bekerja sebagai jurnalis, tetapi tidak sedikit yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar ketakutan di ruang publik.

"Sekarang setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemred. Tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan dan pesimisme," katanya.

Presiden memisalkan, saat pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta, namun yang muncul di ruang publik disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.

"Ketika pemerintah menyampaikan 'well infomation society', jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi," katanya.

Jokowi berharap, di tengah kegaduhan dan masifnya peredaran berita bohong atau hoaks, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana, mencari kebenaran dan fakta.

Lebih lanjut, dia juga turut mengingatkan kepada wartawan atau para pelaku pers agar tak terseret pemberitaan hoax yang kerap dibunyikan di media sosial.

"Di tengah suasana seperti ini, media arus utama dibutuhkan untuk rumah penjernih informasi. Keberadaan mereka dibutuhkan sebagai media communication of hoax," imbuh Jokowi.

Presiden Joko Widodo mengajak insan pers untuk terus membangun optimisme masyarakat dalam pemberitaan yang dibuatnya. Dia juga mengajak insan pers memberikan kritik yang konstruktif bagi jalannya penerintahan.

Pada perayaan HPN 2019 kali ini, sejumlah penghargaan diberikan kepada berbagai pihak yang telah berdedikasi dalam perkembangan dunia pers, termasuk pemberian Medali Kemerdekaan Pers kepada Presiden Jokowi.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara dewan pers dengan beberapa kementerian lembaga. Selain itu juga ada pemberian sertifikat verifikasi Bawaslu kepada Penanggung Jawab Masyarakat Pemantau Pemilu (Mapilu) yang diterima Atal S. Depari Ketua PWI Pusat.

Perjanjian lainnya yakni MoU Pendidikan dan Pelatihan serta Peningkatan Profesionalisme Wartawan dan Pengembangan Warga Terdampak Bencana antara PWI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Astra International Tbk, GAPKI, Artha Graha Peduli, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.(nam)