JATIMPOS.CO//TRENGGALEK- Menikmati eksotika alam bagi pecinta wisata keindahan buah ciptaan Tuhan belum terpuaskan bila belum mengunjungi destinasi wisata alam pantai di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini.

Hamparan pasir hitam yang dilindungi ratusan pohon kelapa hanya didapat di Pantai Konang, Desa Nglebeng Kecamatan Panggul, berjarak 50 kilometer dari Ibukota Kabupaten dan 2 kilometer dari pusat kota kecamatan setempat.

Belum lagi jika di Pantai yang dikenal hasil lautnya ini menikmati kuliner ikan laut segar merupakan cita rasa tersendiri utamanya penggila incipan khas laut, seperti Tuna, Anakan Hiu, Cakalang, Lobster dan jenis yang jarang ditemukan di perairan Trenggalek bagian selatan yakni ikan Salmon.

Sunyoto, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, mengatakan potensi yang bisa dijual dari Pantai Konang tak lain cita rasa ikan bakar dan asapnya.

“Di sini hasil laut melimpah dan mempunyai cita rasa yang lebih nikmat dari pada yang ada di daerah Prigi dan Munjungan,”ucapnya, Minggu,(21/4) di Trenggalek.

Namun diakui Dia, konsep yang terpadu dan jelas hingga bisa diterapkan agar menunjang kepariwisataan Pantai Konang, pihaknya masih akan menunggu tuntasnya Kerjasama Operasi (KSO) dengan pihak pemilik lahan dalam ini Perhutani wilayah Kediri Selatan.

“Kita belum melakukan langkah –langkah konkret dengan Pantai Konang karena KSO nya dengan Perhutani belum kelar,”akunya.

Persoalan potensi yang masih perawan di pantai ini nantinya jika nanti akan dikelola pihak Pemkab Trenggalek akan dipertahankan keasliannya, utamanya membaurnya antara pengunjung dengan ratusan nelayan yang kesehariannya bermata pencaharian mencari ikan di laut itu.

“Biarkan ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga antara hasil laut yang diproduksi nelayan dari tangkapannya langsung bisa dibeli pengunjung dalam bentuk ikan laut segar,”tuturnya.

Sedangkan fasilitas pendukung yang sudah digambarkan, Sunyoto menerangkan, banyak fasilitas yang akan diusulkan termasuk fasilitas parkir wisatawan serta sarana kios yang rapi dan indah.

“fasilitas seperti penataan kios milik pedagang setempat dan area parkir agar bus dapat masuk ke Pantai Konang,”terangnya.

Sementara ini , dijelaskan Dia, pengelolaan Pantai Konang masih secara informal dibawah Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Sehingga pantai ini masih belum terfasilitasi dengan apik dan hanya mengandalkan produk hasil laut yang masih segar serta bisa langsung dinikmati pengunjung di sini.

“Untuk hasrat mengunjungi Pantai Konang masih didominasi pingin menikmati ikan bakar dan ikan asap yang masih segar saja,”tegasnya.

Jenis ikan yang paling dominan diburu wisatawan di Pantai Konang, Salmon Merah dan Anakan Hiu karena termasuk jenis langka untuk ditemukan di daerah yang lain.

“Salmon merah dan anakan Hiu jenis yang sangat nikamt untuk dicoba,”pungkasnya.(ham)   

JATIMPOS.CO//MOJOKERTO- Bertempat di Balai Desa Gebang Malang, Sabtu malam (20/4) diadakan hiburan Wayang kulit. Kegiatan ini  untuk ruwatan desa sekaligus hiburan anggota PPS dan KPPS yang sempat stres saat jalani Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pemilu 2019. 

Hadir dalam acara Ruwatan Desa Gebangmalang, Tokoh masyarakat, tokoh Agama. Perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Ketua PPS beserta anggota KPPS.

Kepala Desa Gebangmalang Sagi ST mengatakan, acara sedekah bumi atau Ruwatan Desa Gebangmalang ini digelar untuk menghormati para leluhur desa,kirimdoa para leluhur yang telah berjasa membangun desa, “Sebelum acara wayang kulit kita beserta perangkat dan tokoh Agama menggelar tahlil , dengan harapan desa ini selamat dijauhkan dari balak berbagai penyakit. Masyarakatnya rukun,” ungkapnya

Sementara itu, Bambang heriyanto panitia acara Ruwatan Desa mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerjasamaketua RT, Kepala dusun dan tokoh masyarakat. Acara ruwatan desa diperingati tiap tahun sekali. Untuk tahun ini selain bertujuan untuk keselamatan masyarakat desa juga sebagai hiburan PPS maupun KPPS yang telah bekerja keras ikut mensukseskan pemilihan Presiden, wakil presiden, DPD, DPRD Kab/DPRD PROV/ DPR RI. 

Mereka melaksanakan pemungutan, penghitungan suara dari pagi hari hingga larut malam, bahkan menjelang subuh.” Hiburan Wayang Kulit disertai campur ini merupakan hiburan bagi masyarakat, juga hiburan PPS dan KPPS yang telah sukses selenggarakan Pemilu 2019 di tingkat desa” katanya.

Ditempat yang sama Bhabinkamtibmas untuk Desa Gebangmalang Ugik.S mengatakan, Pemilu 2019 sudah dilaksanakan, sekarang masih tahap rekapitulasi tingkat kecamatan , kesadaran masyarakat sangat tinggi, angka golput rendah, sekarang tidak ada pendukung paslon1paslon 2 .pendukung calegsi A. Caleg si B yang ada persatuan Indonesia.

”Jangan sampai gara – garabeda pilihan Pemilu kita bertengkar dengan tetangga, tidak saling sapa, ingat bila kita butuh bantuan, kesusahan tidak ke pak Jokowi maupun pak Prabowo tapi kita minta tolong tetangga,” ungkapnya. (din) 

 

JATIMPOS.CO/KABUPATEN MALANG - Bagi kamu pecinta durian, di Kasembon, Kabupaten Malang kini telah hadir wisata baru dan unik tentang durian. Namanya Trans Wisata Belah Duren, berdiri sejak Desember 2018 lalu.

JATIMPOS.CO//MALANG- Kota Batu Malang kini mempunyai tambahan wisata baru, namanya Kampung Hijau Desa Beji. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan kampung hijau ini, Sabtu (6/4) sekaligus pemecahan Rekor Muri Tempenosaurus. Ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Batu, Perusahaan Jatim Park Group dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

“Kolaborasi antara akademi dunia Usaha (Jatim Park Grup), dunia industri perusahaan bersama perguruan tinggi (PT) seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menciptakan kampung hijau patut diapresiasi. Alasannya, kolaborasi yang dilakukan tersebut mampu merubah budaya dan menghasilkan peningkatan ekonomi di Kota Batu,” ujar Gubernur Khofifah. 

Ia mengatakan, kolaborasi atau partnership yang dilakukan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri di Kota Batu terbukti dapat terjalin dengan baik sehingga memberikan dampak yang signifikan. 

Khofifah menyatakan, kolaborasi yang telah dilakukan antara perguruan tinggi dengan perusahaan telah terbukti menjadikan Kota Batu angka kemiskinan masyarakatnya terendah di Jatim. Tak hanya itu, angka pengangguran juga turun drastis dan terpenting angka gini rasionya sangat kecil. 

"Ketimpangan sosial di Kota Batu ini sangat kecil di Jatim. Hal ini disebabkan oleh pengelolaan wisata yang dijalankan melibatkan peran serta masyarakat sehingga gerakan ini memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik," tegasnya. 

Menurutnya, kesuksesan dari pembangunan peradaban manusia di manapun tidak terlepas dari People Center Development. Artinya semua sektor dari seluruh pembangunan yang ada, harus memperkuat pembangunan manusia di dalamnya. 

Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd mengatakan, kampung hijau tempenosaurus ini diprakarsai dan dilatar belakangi oleh kurangnya kampung kampung yang berorientasi pada lingkungan. 

Kampung Hijau ini diadopsi dari Kampung Jodipan yang dahulu kumuh sekarang berubah menjadi kampung yang indah sekaligus menjadi destinasi baru Wisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Mari kita merawat kampung kampung hijau agar tercipta eksosistem lingkungan yang sehat. UMM akan senantiasa berkolaborasi untuk memberikan sumbangsing bagi bangsa dan negara," terangnya. 

Sementara itu, Walikota Batu Dra. Dewanti Rumpoko mengapresiasi pemecahan rekor tempe terbesar yang di seremonialkan dengan pemotongan tempenosaurus. Dengan rekor pemecahan tempenosaurus ini dapat mengangkat para pelaku UMKM di bidang tempe khususnya Desa Beji sehingga mendapatkan pangsa pasar yang lebih baik

Ia mengakui kehadiran dari Jatim Park 1, 2 dan 3 ini memiliki daya tarik terhadap destinasi wisata yang luar biasa. Bahkan, wahana yang ditawarkan tidak kalah dengan tempat wisata berskala internasional. 

"Kami bangga memiliki Jatim Park Grup yang terbukti mengangkat perekonomian masyarakat dan sumber ekonomi di Kota Batu. Ciri khas dari Kota Batu yang tidak mungkin ditandingi oleh daerah lain karena memiliki kesejukan dan keasrian lingkungan maupun kotanya," tegasnya. 

Menurutnya, bentuk kampung hijau yang mengedepankan penghijauan seperti ini yang akan menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, Kota Batu terhubung langsung dengan Sungai Brantas. Oleh karenanya, eksistemnya harus terus dijaga agar ekosistem lingkungannya tetap tumbuh secara asri. "Kami ingin mengembangkan Kota Batu dengan segala potensi wisata yang ada sehingga bisa dikenal hingga mancanegara," terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia diantaranya Replika Dinasaurus terbesar di dunia dari bahan tempe, Rekor dunia kepada PT Inti Daya Guna Aneka Warna atas perusahaan pelopor pengecatan kampung. Sementara penghargaan dari MURI juga diberikan kepada Paul Sastro Sendjojo dari Jatim Park Grup atas Rekor Dunia Maha karya kebudaayaan. (hms)

 

JATIMPOS.CO//PASURUAN- Setelah pemilihan Duta Wisata Raka Raki Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 di di UPT Pemberdayaan Lembaga Seni dan Ekomoni Kreatif Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan, maka pada  tanggal 19 Maret 2019 di Hotel Tretes Raya Jln. Malabar No.168 – 169 Tretes Pasuruan dilangsungkan kegiatan Peningkatan SDM Duta Wisata Jawa Timur Tahun 2019.

Materi yang disampaikan pada kegiatan SDM Duta Wisata Jawa Timur antara lain Spiritual Enterpreuneurship di era revilosi industri 4.0, Teknik dan acara menjadi  MC yang sukses. Dan Kiat sukses sebagai ckreativitas event organizer. Materi disampaikan oleh Helmi Kahaf Kurniawan ( Ketua Irari jatim) dan Dr.Gancar Candra P.

Kegiatan Peningkatan SDM Duta Wisata Jatim 2019 di ikuti oleh 74 orang Duta Wisata Kab/Kota se Jawa Timur.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan Wawasan Duta Wisata Raka – Raki Jawa Timur Tentang Entrpreneurship dalam kesempatan meraih peluang bisnis dibidang periwisata dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” kata Panitia Penyelenggara, Suriaman,SH,M.Si.yang juga Kepala Bidang Industri Pariwisata, Disbudpar Jatim.

Selain itu untuk meningkatkan kapasitas Duta Wisata Jawa Timur Baik Secara Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan Dalam Mengembangkan Tugasnya Sebagai Duta Wisata Jawa Timur.

Mengembangkan kereatifitas, Inovasi dan kecerdasan Duta Wisata Raka – Raki Jawa Timur Sebagai Generasi Milenial dalam menggerakkan Ekonomi Daerah Jawa Timur.    

“Juga melibatkan Peran Aktif Duta Wisata Raka – Raki Jawa Timur dengan pemanfaatan digitalisasi dalam memperomosikan potensi Budaya dan Pariwisata Daerah Jawa Timur,” ujarnya

Duta Wisata Jawa Timur

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Sinarto S.Kar, MM dalam amanat yang disampaikan Suriaman,SH,M.Si. mengemukakan, Duta Wisata Raka Raki Provinsi Jawa Timur dengan mengikuti kegiatan peningkatan SDM duta wisata Jawa Timur tahun 2019 diperoleh duta –duta wisata yang memiliki dedikasi dan antusias yang tinggi untuk membantu pemerintah daerah Jawa Timur dalam memajukan pariwisata dan kebudayaan daerah Jawa Timur.

Menurutnya, sektor Pariwisata semakin menjadi idola di Indonesia hal ini terlihat dari performanya yang semakin meningkat setiap tahun, grafiknya sangat kontras bila dibandingkan komoditas lain. 

Presiden Republik Indonesia telah menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan kedua di tahun 2019 ditargetkan sektor partiwisata menghasilkan devisa bagi negara sebesar US$ 20 miliar dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang dan wisatawan domestik 275 juta orang dengan harapan untuk mampu menstabilkan defisit keuangan negara.

Saat ini dunia memasuki era global informasi digital. Melalui kementrian pariwisata mendorong revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan pariwisata 4,0 ( Four Point Zero ) yang telah dan akan terus membawa perubahan signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan ditanah air di era revolusi industri 4,0.

Agar berhasil dalam penerapan sebuah teknologi membutuhkan kehadiran unsur kunci lainnya seperti sumber daya manusia ( SDM ) atau human ware, hubungan kerjasama atau kolaborasi antara SDM dan teknologi, hal ini berarti bahwa perkembangan teknologi tidak dapat meniadakan eksistensi sumber daya manusi ( SDM ).

 “Generasi milenial tampil dengan kekuatan baru yakni kecerdasan, kreatif dan inovasi, serta kritis. Salah satu hasil kreatifitas generasi milenial yang dapat kita lihat dibidang pariwisata adalah “destinasi digital” merupakan hasil kreasi menciptakan obyek gambar yang instagramable untuk di foto dan unggah di sosmed dan menjadi satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung kesatu destinasi wisata,” tutup Kadisbudpar Jatim.(ham)