JATIMPOS.CO//MALANG- Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang mempunyai bukti materiil cagar budaya. Adanya kehidupan mulai jaman prasejarah hingga masa Islam bahkan kolonial, dari data Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur hingga Bulan Juni 2018 kita mempunyai : Benda cagar budaya sebanyak 5723 (Lima Ribu Tujuh Ratus Dua Puluh Tiga) benda.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar Jatim) Sinarto, S.Kar, MM pada kegiatan Sosialisasi Pencatatan dan Penanganan Temuan Objek Yang Diduga Cagar Budaya di Solaris Hotel Malang (26/11)

Selain itu kata Kadisbudpar Jatim, di Provinsi Jatim terdapat Bangunan cagar budaya sebanyak 383 (Tiga Ratus Delapan Puluh Tiga) bangunan. Struktur cagar budaya sebanyak 381 (Tiga Ratus Delapan Puluh Satu) struktur.

“Situs cagar budaya sebanyak 294 (Dua Ratus Sembilan Puluh Empat) situs. Dan Kawasan cagara budaya sebanyak 5 (Lima) kawasan,” ujarnya. Belum ditambahkan dengan benda yang berada di museum dan munculnya laporan adanya temuan objek diduga cagar budaya. Tentu saja hal tersebut membutuhkan penanganan yang tidak mudah.

Pencatatan dan Pendataan

Tindakan pencatatan dan pendataan terhadap objek menurut Kadisbudpar Jatim merupakan langkah awal dari suatu tahapan pendaftaran yang dapat dilakukan di mana saja baik di Kabupaten/Kota, Provinsi maupun Pusat.

“Pencatatan dan penanganan terhadap obyek seperti: Benda, Bangunan, Struktur, Situs dan Kawasan yang sekiranya dapat diusulkan pemberian status berupa penetapan berdasarkan rekomendasi dari sebuah tim yang disebut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Setelah penetapan sebagai cagar budaya selanjutnya data dimasukkan dalam register nasional cagar budaya,” ujarnya.

“Dengan masuk dan telah terdaftarnya cagar budaya tersebut maka upaya pelestarian dan pelindungan telah terlaksana karena telah ada payung hukum yang menaungi dan melindungi,” tambah Sinarto, S.Kar, MM

Para pemerhati dan pegiat cagar budaya dari Kabupaten dan Kota se Jawa Timur mengikuti kegiatan sosialisasi pencatatan dan penanganan temuan objek yang diduga cagar budaya tahun 2018. Mereka berjumlah sebanyak 100 (seratus) orang.

Kegiatan dilaksanakan Hari Senin s/d Rabu (26 s/d 28 November 2018) di Hotel Ollino Garden Kota Malang. Nara sumber kegiatan ini diantaranya dari : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Surabaya.Dan dari Universitas Negeri Malang.

Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jatim Dra Endang Prasanti MM selaku Ketua Penyelenggara mengemukakan, maksud dan tujuan pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pencatatan dan Penanganan Temuan Objek Yang Diduga Cagar Budaya Tahun 2018, adalah sebagai bentuk tindakan dalam upaya melakukan pelindungan terhadap objek yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Juga untuk membangkitkan rasa kepedulian terhadap benda warisan budaya. Untuk memberikan pemahaman terhadap arti penting suatu tinggalan budaya dan manfaatnya bagi masyarakat sekitarnya. Dan Meningkatkan pengetahuan terkait tindakan, penanganan dan perlakuan terhadap objek yang diduga cagar budaya,” ujarnya.(nam)