JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun berencana menjadikan sentra industri Brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun sebagai Kampung Wisata Brem.




Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun , Isbani mengatakan, Brem selama ini dikenal sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Madiun yang cukup banyak dicari orang.

Makanan berbentuk persegi panjang ini sangat cocok untuk dicoba. Sensasi mencair dan lenyap ketika masuk mulut dapat dirasakan saat memakan makanan ini. Untuk membuat makanan berbahan dasar ketan ini pun butuh beberapa proses sehingga bisa dimakan.

“Ada sekitar lima puluh satu pengusaha industri Brem di Desa Kaliabu ini. Setiap hari mereka membuat Brem dengan rasa dan merek yang berbeda, tetapi tidak meninggalkan ciri khas makanan ini, yakni mudah hancur di mulut tanpa dikunyah,“ ucapnya.

Namun, menurut Isbani keberadaan industri Brem tersebut belum digarap dengan serius. Oleh sebab itulah Pemkab Madiun akan membangun Kampung Wisata Brem di Desa Kaliabu tersebut. Selain menjadi desa industri Brem, desa ini juga menjadi tempat wisatawan bagi orang yang ingin melihat proses pembuatan Brem.

Lebih lanjut dia katakan, meskipun masih dalam taraf kajian, Pemkab Madiun pun telah mengundang sejumlah pengusaha Brem dan Perangkat Desa setempat untuk membahas rencana pembangunan Kampung Wisata Brem tersebut. Pemkab Madiun ingin sentra industri Brem di Desa Kaliabu menjadi tempat wisata dan tempat oleh-oleh, seperti Bakpia Pathok di Yogjakarta.

"Ini masih dalam taraf kajian, memang rencananya mau dijadikan sebagai salah satu destinasi pariwisata kuliner Brem di Kabupaten Madiun. Kami ingin membuat seperti Bakpia Pathok di Jogja, jadi harapannya nanti wisatawan bisa datang langsung ke situ untuk mencoba membuat, melihat langsung proses pembuatan brem, dan juga merasakan serta membelinya untuk oleh - oleh," katanya.

Sesuai pendataan ulang, saat ini ada 51 pengusaha Brem di Desa Kaliabu. Namun keberadaan para perajin Brem ini masih belum tersentral atau terpencar – pencar. Ke depan, industri Brem di Desa Kaliabu ini akan ditata, sehingga menarik wisatawan untuk singgah berwisata dan berbelanja ke Desa Kaliabu.

“Jadi jika berkunjung ke Madiun tidak ada salahnya juga untuk berkunjung ke Desa Kaliabu ini. Selain mendapat oleh oleh, wisatawan juga dapat menambah wawasan tentang proses pembuatan Brem, “ pungkasnya. (jum)