JATIMPOS.CO//BOJONEGORO-Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa, panjangnya : 600 km dengan kondisi Pelepasan: 684 m³/s, serta memiliki Luas cekungan: 15.000 km² yang bersumber dari Sumber: Gunung Lawu sedangkan bermuara di Laut Jawa tepatnya dekat sekali dengan Kota: Surakarta.

Kalau dilihat di peta Indonesia dengan dua hulu sungai yaitu dari daerah Pegunungan Sewu, Wonogiri dan Ponorogo, selanjutnya bermuara di daerah Gresik.

"Bengawan" dalam bahasa Jawa berarti "sungai yang besar". Pada masa lalu, sungai ini pernah dinamakan Wuluyu, Wulayu, dan Semanggi. "Bagi masyarakat Bojonegoro Sungai Bengawan solo adalah sungai yang memiliki sejarah dan daya tarik tersendiri bagi warga sekitar sungai ini," ujar Bupati Bojonegoro DR. Hj Anna Mu'awannah kepada Jatimpos.

Dia melanjutkan bahwa Sungai Bengawan Solo bagi warga petani sekitar sungai ini tak lepas banyak manfaat yang selalu digunakan dan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi sawah serta juga digunakan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Bojonegoro yang tentunya sudah diolah dulu.

"Maka dari itu pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pariwisata mengadakan "Festival Bengawan" sebagai bentuk penghargaan kepada Sungai Bengawan solo yang telah memberikan manfaat," ungkap Bupati. Acara yang dikemas dinas ini sebagai bentuk destinasi wisata tahunan berbeda dari tahun sebelumya yang kali ini diselenggarakan di lapangan Dusun Sale, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu (30/12/2018).

"Event ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro serta jajaran forpimda Kabupaten Bojonegoro, Kepala OPD, Kepala Desa dan Camat," papar Amir Sahid, Kepala Disbudpar Bojonegoro kala menimpali di depan media ini.
Didik Wahyudi selaku ketua panitia festival ini turut menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan pemkab Bojonegoro untuk lebih peduli kepada kelestarian sungai tersebut.

"Kegiatan ini diikuti oleh 10 desa, 11 umum, 3 Perahu VIP yang dimulai starya di bibir sungai Dusun Sale dan finish di Taman Bengawan Solo atau dikenal sebutan Taman TBS," katanya.

Di tempat Finish kata Didik acara ini dipadu lomba lukis yang diikuti 43 pelukis yang nanti hasil lukisannya akan dilelang. Lokai finish ini terlihat ada 23 sastrawan yang secara bergantian uji kebolehan menampilkan karya apik seninya.

Tidak ketinggalan pula sebanyak 25 pelajar dari berbagai sekolahan yang juga ikut meramaikan dengan aksinya membacakan puisi karya masing-masing.
Harapan dengan kegiatan ini bisa menambah kegiatan yang bisa mendatangkan wisatawan ke Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah menyampaikan bahwa festival bengawan ini sebagai bentuk rasa syukur kita karean telah dilewati sungai bengawan solo yang memberikan banyak manfaat.

Maka dari itu kata Anna Mu'awanah bahwa festival bengawan ini mengambil tema "Ruwat dan Rawat". Yang mana memiliki arti bahwa Pemkab bersama para pejabat serta masyarakat ingin memiliki rasa syukur kepada sang pencipta atas anugerah yang diberikannya.

"Selain itu kita juga harus merawat apa yang sudah diberikan sang pencipta kepada kita ini. Sehingga bengawan solo bisa terus memberikan manfaat kepada kita. Kita jangan pernah merusak atau mencemari sungai bengawan solo ini karena nanti yang rugi juga kita sendiri," pesannya yang juga sudah disampaikan dalam sambutannya.

Paparnya meneruskan saat diwawancarai banyak media dia katakan bahwa selain itu kita juga harus meniru apa yang dilakukan negara-negara diluar negeri yang mana sungai disana baik besar dan kecil dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Contoh saja Thailand yang bisa mengelola sungai sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan sarana transportasi dan juga sarana jual beli (pasar apung). Yang mana itu bisa menjadi objek wisata baru dan dapat menarik wisatawan," detailnya melanjutkan. Harapannya kedepan sungai bengawan solo ini tidak hanya menjadi behaind city tapi menjadi front city. (met)