JATIMPOS.CO//MOJOKERTO- Demi menggali potensi budaya  yang ada Mojokerto serta mempererat komunikasi antara komunitas budaya dengan Pimpinan Kabupaten Mojokerto.  DISPORABUDPAR Kab Mojokerto bekerjasama dengan Komunitas budaya selenggarakan acara Rembug Adiluhung menata budaya membangun bangsa Cakrawala Baru Mojokerto Masa Depan Bertempat gedung serbaguna  Balaidesa Pohkecik Kecamatan .Dlanggu Kabupaten Mojokerto Senin ( 11/3).

Drs.Kartiwi Ketua panitia acara dalam sambutannya mengatakan, tujuan acara Rembug adiluhung  ini bisa dijadikan sarana mempererat hubungan komunitas budaya maupun warga dengan pejabat kabupaten Mojokerto “ Bila Warga maupun komunitas ini punya gagasan atau uneg – uneg bisa mengetahui jalur penyampaian aspirasinya,” ungkapnya.

Sementara itu Wabup Mojokerto H.Pungkasiadi SH dihadapan pelaku Budaya dan tamu undangan yang hadir mengatakan, acara rembug adiluhung menata budaya membangun bangsa dapat melahirkan ide ide untuk penbangunan Kabupaten Mojokerto ke depan dan bisa memberikan masukan untuk pelestarian budaya ke Pemda , “Sejarah itu harus dijaga dan dilestarikan , disini peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit harus di uri uridi lestarikan,” sambutnya

Masih kata Wabup Pungkasiadi, Pemkab Mojokerto tetap akan mensupport, mendukung apa rekomendasi dari acara Rembug adiluhung ini, dan agar tidak jadi persoalan,  akan disesuaikan dengan Program Pemkab Mojokerto.

Ditempat yang sama MAKROJI Mahfud perwakilan Komunitas Budaya menmbacakan  kesimpulan/ rekomendasi acara Rembug adiluhung Menata Budaya Membangun Bangsa ,  ada 5 poin kesimpulan, 1. Pencapaian kesejahteraan masyarakat adil dan makmur.2. Filosofi Bhineka tunggal ika,  perbedaan apapun tetap bersatu bangun bangsa 3.Event – event budaya pengelolaannya agar diserahkan kepada pelaku budaya  agar hasilnya baik dan dirasakan orang banyak  jangan di serahkan pada EO.4.Jangan mencati hidup di budaya tapi marilah menghidupi budaya 5. Budaya tidak meluputititual saja tapi  meliputi Pertanian, teknologi , mainan anak- anak trs dilestarikan,” yang paling penting budaya jawa adiluhung  yang berpihak pada budi luhur,”tandasnya(din )