JATIMPOS.CO//SURABAYA- Kegiatan Majapahit International Travel Fair (MITF) 2019 mendapat apresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Penyelenggaraan MITF yang sebelumnya bernama MTF (Majapahit Travel Fair) itu berlangsung di Grand City Surabaya pada Kamis 2 Mei hingga Minggu 5 Mei 2019.

Saat pembukaan, ditandai pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, kemudian Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan pemotongan pita tanda dibukanya pameran.

Wagub Emil Dardak pada kesempatan itu mengatakan jika MITF semakin mengangkat sektor pariwisata Jawa Timur (Jatim). Di lain sisi, MITF semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai destinasi MICE terbaik di Indonesia.

"MIFT makin agresif mengangkat sektor pariwisata Jawa Timur. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya buyers yang datang. Dari 114 buyer yang datang di tahun sebelumnya, kini menjadi 120 buyers dari 14 negara yang datang," katanya.

Menteri Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengemukakan, kegiatan MITF yang sebelumnya MTF itu diharapkan  menjadi pameran terbaik bukan saja di Indonesia tetapi juga di level global. "Saya harap penambahan lebel internasional di ajang ini semakin mengangkat level Majapahit Travel Fair. Sehingga menjadi pameran yang dapat menarik industri pariwisata dunia. Imbasnya tentu samakin terkenalnya nama Jatim di pentas Dunia," kata Menpar Arief Yahya.

Kepala Disbudpar Jatim, Sinarto, S.Kar MM mengemukakan, dampak dari terselenggaranya kegiatan MITF ini, diantaranya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jatim. Baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Salah satunya berwisata di desa wisata.

Kembangkan Desa Wisata

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengemukakan, pihaknya mendorong sektor pariwisata. Salah satunya dengan mengembangkan konsep desa wisata terutama yang berbasis kearifan lokal. Melalui konsep ini diharapkan tidak hanya mendongkrak pariwisata tapi juga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan.

 “Sangat banyak keunggulan yang dimiliki Jawa Timur seperti kearifan dan keindahan lokal yang belum tereksplor. Untuk itu akan ada ruang dimana desa wisata ini bisa kita kembangkan,” kata Khofifah, sapaan lekat Gubernur Jatim usai meninjau pameran The 20th Majapahit International Travel Fair (MITF) di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (2/5).

Menurutnya pengembangan desa wisata ini memiliki peluang mengingat saat ini ada dana desa. Keberadaan dana desa yang jumlahnya besar itu menjadi pemicu dan pemacu untuk mendongkrak seluruh pertumbuhan baik ekonomi, budaya dan sosial di pedesaan.

“Bagi Jawa Timur menjadi sangat penting, karena kebetulan provinsi ini disparitas antara kota dan desa lebar sekali, kalau kemiskinan di kota 6,9%, kemiskinan di desa 15,2%,” katanya.

Khofifah lantas mencontohkan salah satu desa wisata di Jatim yang ada di Desa Pujon Kidul, Kab. Malang. Menurutnya, sejak dua tahun lalu ia resmikan, desa wisata tersebut terus berbenah. Berbagai  infrastruktur pendukung juga terus dibangun. Tidak hanya sekedar mengandalkan keindahan alam, tapi juga terus memperbaiki infrastrukturnya sehingga tumbuh industri kreatif disana.

“Dua mingguan lalu saya kesana dalam setahun mereka sudah bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Kab. Malang sebesar 2,5 Milyar Rupiah. Kemudian tenaga kerja yang bisa direkrut sampai 600 orang dengan income per bulan 1,5-4 juta rupiah,”  katanya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, perluasan informasi atau promosi desa wisata menjadi penting. Bila informasi tersebut tersebar luas dengan baik dan terkonfirmasi, maka desa wisata tersebut akan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.

Terkait penyelenggaraan MITF yang berskala internasional ini, Khofifah berharap akan ada tambahan wisatawan asing terutama yang akan masuk ke Jawa Timur

 “Kita punya destinasi wisata yang luar biasa tapi hari ini fokusnya adalah bagaimana membangun destinasi wisata berbasis pedesaan, dan ini akan terus kembangkan,” terangnya. (nam)