Souvenir gantungan kunci Clurit khas Madura.

Salah satu tujuan wisatawan berkunjung ke daerah tujuan wisata (DTW) adalah dapat berbelanja kebutuhan pribadinya dan mendapatkan oleh-oleh cinderamata untuk dibawa pulang ke rumahnya.



Cinderamata terbukti menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengenalkan daerah tujuan wisata, seperti kaos, batik, dan cinderamata lainnya. “Karena dengan cinderamata banyak wisatawan yang datang.”

Hal itu dikemukakan Moh. Kohar dari Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Jawa Timur, dalam acara pemberdayaan UKM (usaha kecil menengah) Cinderamata Pariwisata Jatim 2015 di Gedung Graha Wisata Disbudpar Jatim, Selasa (19/5/2015).

Kohar pun menguraikan tentang arti cinderamata yang sesungguhnya. Cinderamata adalah sesuatu yang dibawa wisatawan ke rumahnya untuk kenangan yang terkait dengan benda itu. Cinderamata bisa berarti souvenir, tanda mata, oleh-oleh, kenang-kenangan, atau buah tangan.

Souvenir atau cinderamata membuat ingatan seseorang tentang tempat yang pernah dikunjungi. Makanya, cinderamata seringkali dijadikan sebagai oleh-oleh ketika wisatawan berkunjung ke daerah tujuan wisata sebagai kenang-kenangan dari tempat yang dikunjungi, misalnya, kaos DTW, akik, batik, dsb. Menurut Kohar, setiap daerah tujuan wisata pasti mempunyai cinderamata yang unik, sebab cinderamata adalah ikon dari daerah tujuan wisata, misalnya pecut dan clurit mini dari Madura.

Cinderamata pun bisa bermacam-macam, tergantung menurut jenisnya.  Misal dari bahan logam (emas, perak, kuningan, lotih, swasa, dll), Kulit (sapi, buaya, biri-biri, ular, dll), hasil laut (kerang, mutiara, dll), akar bahar, kain (tenun, batik, dll), kayu (jati, kelapa, lunak, dll), batuan (akik), dll. bahkan, cinderamata tak sekadar berfungsi sebagai hiasan, tapi juga ada berfungsi untuk kebutuhan, misalnya sebagai asbak, lampu, bed cover, dll.

Kohar menyebutkan, ada empat alasan para wisatawan membeli cinderamata. Pertama karena produknya menarik, unik, dan merupakan ikon DTW; Kedua, kualitas atau mutu; Ketiga, packaging-nya bagus menarik; Keempat, harga.

Dengan mengetahui alasan itu, pengrajin hendaknya menekankan pada pentingnya keunikan dan kualitas produk mengingat wisatawan menekankan pada wujud produk. Wisatawan cenderung tidak terlalu peduli dengan harga, tapi lebih mementingkan kualitas dan keunikan produk.

Hal lain yang tak kalah penting diperhatikan adalah produk tersebut mudah dibawa, tidak berat, kemasan yang bagus, dan kualitas yang bagus.
Peluang menarik bagi pengusaha UKM yang berkutat dengan cinderamata adalah menerobos pasar ekspor. Untuk mencapai hal itu diperlukan inovasi produk kerajinan.

Guna menciptakan inovasi dan pengembangan produk, dapat dilakukan dengan mengikuti trend, meciptakan trend, dan implementasi produk ke semua aspek.
Namun demikian, dalam menciptakan design, standar, dan spesifikasi, perlu diperhatikan negara tujuan. Setidaknya mengetahui aturan, adat, warna favorit, dan musim di negara tujuan ekspor. Bandingkan juga soal harga dengan pesaing, kualitas harus sesuai sample dan repeat order, serta pengiriman sesuai jadwal.

Satu keunggulan jawa Timur adalah mempertahankan cirri khas, keunikan dan kearifan lokal sebagai unsur daya saing. Hal itu bisa diciptakan dengan memperhatikan etnik, adat budaya, sumber daya alam, dan pemanfaatan bahan lokal. (nam)