JATIMPOS.CO/SURABAYA - Berfoto dengan latar belakang alam yang indah, mungkin sudah terlalu umum. Tapi berfoto dengan sensasi yang berbeda, seperti berjalan di jembatan kayu tua dan di bawahnya ada aliran lahar panas, atau ingin merasakan sensasi melayang bersama Astronot di luar angkasa, tentu menjadi sesuatu yang beda.


Untuk bisa merasakan semua itu tak perlu jauh-jauh, sebab semuanya dapat Anda temukan di tempat wisata Museum De Mata Trick Eye Museum.Lokasinya di Surabaya Townsquare (Sutos) Jalan Adityawarman No. 55 Surabaya. Di tempat wisata di surabaya ini, pengunjung dapat merasakan sensasi 3D dengan berbagai pose dan latar belakang seperti nyata.

Museum gambar 3D ini menyajikan berbagai gambar 3d art mulai dari tema alam, olahraga, angka, binatang, super hero, romance, sirkus, ornamen, dll.

De Mata Museum menempatkan gambar 3D dengan menggunakan konsep labirin agar pengunjung tidak jenuh berada di salah satu objek wisata Surabaya.

Museum De Mata buka pukul 10.00 hingga 24.00 WIB. Harga tiket masuk dari pukul 10.00 pagi hingga 5 sore sebesar Rp 25.000, sedangkan untuk jam 5 sore ke atas, tiket dikenakan harga sebesar Rp 35.000.

Museum De Mata merupakan museum pertama di Surabaya, dibuka pada 1 Juli 2015 lalu. Museum ini  didesain khusus untuk berfoto. Nina, staf admin Museum De Mata menjelaskan, hadirnya museum ini cukup mendapat respon yang positif dari masyarakat Surabaya. "Museum ini pertama kali didirikan di Jogja. Setelah 2 tahun, ternyata dapat respon yang positif dari masyarakat Jogja. Akhirnya, kita coba buka di Surabaya. Ternyata, antusias masyarakatnya luar biasa," kata Nina.

Pendiri dari Museum De Mata adalah Petrus FX Kusuma. "Orangnya asli Magelang. Beliau seniman juga. Hasil gambar-gambar background booth di sini juga ide dari beliau," ujar Nina. (yus)