JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Sebanyak 65 orang guru yang ditugaskan pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan menjalani Rapid Test sebelum terbang keluar Jawa. Para guru dalam penugasan itu nantinya bakal diterjunkan di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.


Ke-65 orang guru penugasan itu berasal dari 4 pondok pesantren. Yakni, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pondok Pesantren Puncak Darussalam dan Pondok Pesantren Al Mujtama’.

Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrohman, mengaku jiki dirinya yang memiliki inisiatif untuk menghubungi Satgas Civid agar melakukan Rapid Test kepada 65 orang gura dalam penugasan pesantren. "Saya menghubungi Satgas Covid, sekaligus meminta memberikan layanan Rapid Test di Puskesmas Palengaan," terang Fathorohamn, Rabu (17/6/2020).

Menurut Fathorrohman, hasil Rapid Test itu tak hanya mengetahui santri rekatif atau non-reaktif saja. Namun, lembaran hasil rapid test diperlukan para santri untuk membeli tiket kapal laut maupun pesawat terbang tujuan Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Ada pula santri yang akan ditugaskan sebagai guru di Riau dan Batam.

"Para santri itu bakal terbang ke Kalimantan, Sulawesi, dan Papu untuk menjalani pratik guru tugas yang dibebankan masing-masing pesantren tempat mereka menimba studi selama ini," kata Fathorrohman.

Fathorrohman, menegaskan, jika nantinya ada santri yang rekatif usai Rapid Test, maka akan diminta menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Kemudian menjalani Rapid Test kembali. Jika masih rekatif, maka akan dilakukan swab test.

"Namun hingga saat ini, saya belum mendengar ada santri yang rekatif. Semoga saja, ke-65 orang santri yang akan menjalani sebagi guru di luar Jawa itu berstatus non-reaktif semua," tutup Fathorrohman. (ap)


TERPOPULER