JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan, Ahmad Zaini mengaku Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sistem daring (dalam jaringan) di lembaga pendidikan Kabupaten Pamekasan mendapat keluhan dari orang tua siswa (wali murid). Sementara Jenis keluhan yang dialaminya yaitu siswa tidak memiliki smartphone.


Kadisdik Pamekasan, Akhmad Zaini menyampaikan, tenaga pendidik (guru) di lingkungan Disdik Pamekasan untuk menggunakan cara kedua, yaitu sistem luring (luar jaringan) atau disebut guru kunjung).

Sistem luring ini bisa dijadikan langkah kedua, apabila kondisi siswa tidak memungkinkan untuk mengikuti KBM sistem daring.

"Kendala ini tidak hanya dialami siswa di Pamekasan, tapi hampir se-Indonesia, sedangkan di Pamekasan hampir ribuan siswa yang mengalaminya. Jadi, jangan memaksakan, jika memaksakan, maka akan sangat susah, silahkan gunakan cara kedua, yaitu luring," kata Ahmad Zaini, Senin (3/8/2020).

Akhmad Zaini mengatakan, menggunakan sistem luring ini tentunya tidak sewenang-wenang dilakukan oleh guru. Akan tetapi, harus dibicarakan dengan wali murid, supaya menemukan kesepakatan bersama.

"Perlu ada kebijakan dari guru-guru untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan pilihan-pilihan dan situasinya, jangan daring semua," papar dia.

Lebih jauh, Zaini menyampaikan berdasarkan keluhan yang dilaporkan oleh tim pengawas diberbagai sekolah, banyak orang tua kesusahan untuk membelikan smartphone.

"Rata-rata keluhannya tidak memiliki fasilitas daring. Kadang wali murid itu mempunyai anak tiga, ada yang di TK, SD SMP. Kalau membeli tiga jadi susah, terkadang mereka gantian menggunakannya," tutupnya. (did)


TERPOPULER