JATIMPOS.CO/SAMPANG - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas),   Pemkab Sampang menggelar upacara di lapangan Wijaya Kusuma Sampang, Kamis (02/05/2019).



Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi mengatakan, hakekat Hardiknas merupakan proses berubahnya momentum perilaku manusia dari segala aspek sesuai Undang-Undang No 20 Tahun 2003 yang mengamanatkan bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan peserta didik untuk menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Oleh karena itu selaras dengan tekat-tekat Sampang untuk menciptkan IPM yang berkualitas dan berdaya saing maka dibutuhkan dua hal, yaitu pendidikan karakter dan menyiapkan generasi pendidik dan terdidik yang terampil dan cakap," ujar Bupati.

Oleh karena itu dia berharap pendidikan yang dimaksud itu adalah yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Menyiapkan anak didik yang terampil dan cakap untuk membentuk manusia yang kompetitif dan memadai.

"Dunia pendidikan kita harus mendapatkan hasil, mendapatkan yang berkarakter, kita terapkan pendidikan dengan berbasis tekhnologi digital pada sekolah-sekolah dan masyarakat," bebernya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi kepada insan pendidikan di Kabupaten Sampang,  terumata tenaga pendidik di semua jenjang, para tokoh yang telah membuka dan memberi jalan kepada anak didik.

Selain dilakukan upacara Hardiknas, juga dilakukan pemberian Penghargaan oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua TP PKK Kabupaten kepada para juara OSN SD dan Guru, Kepala serta Pengawas berprestasi.

Seusai apel Upacara, di elar tari Kolosal Sato'or Malateh oleh 1007 siswa SMP se-Kabupaten Sampang.

Tari Kolosal Malateh Sato’or yang tampilkan 1007 siswa siswi SMP se-Kabupaten Sampang, dalam rangka memecahkan Rekor MURI Indonesia.

Tampak dua Perwakilan MURI Indonesia yang dipimpin Ariyani Siregar menilai dan mendokumentasikan gerakan Tarian Kolosal itu.

Sementara ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sampang, H M.Jupri Riadi, S.Pd, SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hardiknas, juga menyambut 100 hari kerja Bupati dan wakil Bupati Sampang.

"Ini bagian rangkaian yang kita susun sesuai dengan arahan Bupati. Saya sampaikan kepada beliau kalau ada tarian massal yaitu Tari Kolosal Sato'or, dan bupati minta agar tarian ini didaftarkan di Muri. Alhamdulillah tarian itu masuk dalam Rekor Muri dan mendapatkan penghargaan," ungkap Jupri.

Ia juga menjelaskan jika Tari Kolosal Sato'or mempunyai arti mendalam, yaitu keindahan. Tarian tersebut dibentuk pada Tahun 2005 dan baru tahun 2013 ditampilkan dan diresmikan. Adapaun kreator dari tari itu oleh Sri Amah, S.Pd.

Acara tersebut bersamaan dengan peringatan Otonomi Daerah (Otoda) Ke XXIII dan Kesiap-siagaan Bencana. Dalam apel upacara itu dipimpin langsung oleh Bupati Sampang, yang di hadiri Wakil Bupati Sampang, Sekdakab, Forkopimda, OPD dan Perwakilan MURI Sampang. (dir/adv)