JATIMPOS.CO//SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu cara yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya adalah memberikan kenaikan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) pada jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan bahwa kenaikan Bopda diformulasikan melalui pembiayaan operasional per rombongan belajar (rombel), bukan lagi per siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat mencukupi biaya operasional per rombel (per kelas) pada masing-masing sekolah. Semestinya, hal ini juga menambah kualitas belajar-mengajar di kelas.

“Jadi, di PAK (perubahan anggaran keuangan) itu ada tambahan anggaran karena sekarang sudah dihitung per rombel, bukan per siswa lagi seperti dulu. Contohnya untuk PAK BOPDA SMP, yang disahkan oleh dewan yakni Rp 4.758.803.757,- sebentar lagi (Oktober) bisa dicairkanbagi SMP swasta penerima BOPDA di Surabaya,” kata Wali Kota Risma di ruang kerjanya, Senin (26/8/2019).

Selain itu, Wali Kota Risma juga memastikan bahwa tambahan di PAK itu dipengaruhi oleh adanya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi guru swasta sebesar Rp 1 juta. TPP ini akan diberikan per bulan kepada guru-guru swasta sebagai bentuk apresiasi dari Pemkot Surabaya. “TPP ini akan langsung ditransfer ke rekening guru masing-masing, tanpa ada perantara,” kata dia.

Karena biaya operasional sudah naik dan kesejahteraan guru juga sudah naik, maka dia berharap kualitas pendidikannya juga meningkat. Salah satu indikatornya adalah nilai-nilainya tambah bagus dan harus mengedepankan kejujuran. Oleh karena itu, ia memastikan sekolah swasta jugamendapatkan beberapa bantuan dari APBD, yaitu bantuan seragam bagi siswa mitra warga, tunjangan fungsional guru sebesar Rp 300 ribu perbulan dan TPP Rp 1 juta perbulan diberikan bagi guru yang belum menerima sertifikasi. “Tiga item itu yang akan didapatkan, selain Bopda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengatakan akan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan yayasan untuk mendiskusikan mekanisme dengan pola penganggaran per rombel. “Nanti kita siapkan untuk dikumpulkan semuanya,” kata Ikhsan.

Di samping itu, Ikhsan juga memastikan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya, pihaknya terus melakukan berbagai pelatihan kepada guru-guru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. “Mereka dilatih bergantian per mata pelajaran, sehingga diharapkan para guru ini semakin berkualitas dalam mengajar anak didiknya,” pungkasnya. (fred)