JATIMPOS.CO/TUBAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban mengakui bahwa kebutuhan guru di tingkat SD masih jauh yang diharapkan. Menyikapi kekurangan ini, pihaknya belum bisa berbuat banyak karena terkendala beragam aturan.

Seperti diketahui sebanyak 579 lembaga tingkat SD yang tersebar di Kabupaten Tuban kebutuhan normalnya adalah 4765 guru namun kondisi saat ini baru ada 2544 guru (PNS), jadi masih kurang 2221 guru.

Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban Witono menjelaskan bahwa kekurangan tersebut tersebar di guru kelas sebanyak 1450 guru, pendidikan agama islam ada 416, dan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ada 355 guru.

“Memang kebutuhan normal guru jumlahnya segitu, sehingga kita kekurangan guru SD itu 2221,” terang Witono saat ditemui di ruangannya, Rabu (16/10/2019).

Adapun fakta lapangan, lanjut Witono, kekurangan tersebut sudah diisi oleh guru tidak tetap (GTT) namun tidak menjadikan data kekurangan guru ini bergerak. Karena pengangkatan GTT ini alternatif kepala sekolah bukan dari intruksi dinas pendidikan.

Witono mengakui sekolah di bawah naungan dinasnya ini harus tetap ada proses belajar mengajar. Ada tanggung jawab moral kepada anak didik. Sementara tenaga didiknya secara kebutuhan normal tidak cukup.

Tidak adanya formulasi yang jelas dari pemerintah tentang pengisian kekosongan tenaga didik tersebut, maka tak jarang kepala sekolah beralternatif menerima GTT sebagai solusinya.

Lalu bagaimana jenjang karirnya? Witono menjawab, tidak ada batas waktu yang ditentukan GTT tersebut bisa secara otomatis menyandang predikat PNS. Dikatakannya, status GTT tidak terlalu berpengaruh terhadap CPNS maupun PPPK. Karena ketika akan mengikuti tes para GTT ini harus mengikuti pelatihan atau tahapan untuk mendapatkan sertifikat. Selanjutnya untuk masuk dalam Dapodik dan mendapat NUPTK harus mengikuti serangkaian proses.

“Untuk menjadi pegawai negeri sipil, GTT ini wajib mengikuti tes CPNS,” ungkapnya.

Bagaimana honor yang diterima GTT baru? Pria asal Kecamatan Semanding ini menjawab, hal itu menjadi kewenangan komite sekolah bersama kepala sekolah. Hanya saja ada GTT yang sudah mendapatkan honor dari Bosda dengan pertimbangan masa kerja.

Sementara di tingkat SMP dari 92 lembaga kebutuhannya adalah 1442 guru, faktanya hari ini ada 973 guru (PNS), sehingga kekurangan 469 guru. Adapun alternatifnya, sekolah tersebut juga melakukan hal yang sama dengan mengangkat GTT sebagai langkah yang solutif.

Pria yang baru setahun di kursi Sekretaris dinas pendidikan ini berharap agar ada solusi terbaik dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat mengenai kondisi kekurangan guru di Kabupaten Tuban dan nasional pada skala umumnya. (min)


TERPOPULER