JATIMPOS.CO/LAMONGAN - Ditengah suasana wabah Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, di Lamongan masih ditemukan cafe atau tempat hiburan yang nekat membuka tempat usahanya.

Guna memberikan efek jera, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Lamongan pun melakukan razia terhadap cafe atau tempat hiburan yang ada di Lamongan tersebut.

Hasilnya sebanyak delapan wanita pramusaji diangkut petugas Satpol PP saat nekat melayani pengunjung di sebuah tempat hiburan karaoke yang menyediakan minuman keras di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu.

Kasat Pol PP Kabupaten Lamongan, Suprapto, mengatakan upaya itu dilakukan lantaran sebelumnya para pemilik usaha hiburan telah diberikan peringatan agar tidak membuka usahanya selama bencana Covid-19 berlangsung.

"Kami sudah himbau dari jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum puasa, agar tidak buka selama covid-19 benar-benar hilang dari Lamongan", ujar Kasat Pol PP, Rabu (24/06/2020).

Suprapto, menegaskan jika pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi tegas kepada pemilik tempat hiburan yang tidak mengindahkan larangan seperti yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Lamongan dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona. Bahkan pihaknya tidak segan-segan untuk menutup tempat hiburan itu selamanya.

"Tempat ini merupakan salah satu tempat yang bandel, dan saya akan sikat semua tidak peduli siapa backingnya. Nanti akan berhadapan dengan saya. Karena saya memberikan tugas kepada anak buah saya dan saya yang bertanggungjawab, yang penting kami melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi kita", ujarnya.

Dalam giat operasi saat itu, petugas menyisir beberapa tempat hiburan. Alhasil petugas mengamankan 8 wanita pramusaji beserta 4 orang pemilik cafe.

Untuk selanjutnya ke 4 pemilik cafe akan dilakukan sidang peradilan. Sedangkan ke 8 wanita pramusaji dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.

Sebelumnya Satpol-PP Lamongan juga melakukan razia warung remang-remang yang ditengarai dijadikan ajang prostitusi, hasilnya ratusan liter miras jenis tuwak, serta 7 PSK beserta 2 orang pemilik warung yang diduga sebagai germo di Desa Trewek kecamatan Kedungpring Lamongan ikut diamankan di kantor Satpol-PP Lamongan.

"Sebagai upaya menjaga kondusifitas selama wabah Covid-19, kami akan terus melanjutkan operasi ke beberapa tempat di wilayah Lamongan," tegas Suprapto. (bis).

 


TERPOPULER