JATIMPOS.CO/SURABAYA - Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) bagi warga Kota Surabaya dibagikan secara gratis. asalnya, selain subsidi yang diberikan Kementerian Sosial melalui APBN juga disubsidi oleh Pemkot Surabaya melalui APBD. Jika sebelumnya pembayaran raskin dari APBD Kota Surabaya sempat ada tunggakan, kini Bulog Jatim menyatakan jika piutang tersebut sudah terbayar.


“Soal raskin dari APBD Surabaya sudah terbayar sampai Mei kemarin tidak ada masalah. Tidak ada tunggakan seperti sebelumnya. Kalaupun ada tunggakan berjalan itu kan masih wajar, karena proses distribusi raskin saat ini juga masih terus berjalan,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Witono, Rabu lalu.

Menurutnya, terobosan menggratiskan raskin sejak awal 2016 baru dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Adapun perhitungan lokasi raskin bagi warga Kota Surabaya yakni untuk 65.991 RTSPM (rumah tangga sasaran penerima manfaat). Untuk tiap RTSPM endapatkan alokasi raskin sebanyak 15 kg. artinya per bulan alokasi raskin yang disalurkan mencapai 989.865 kg.

Jika dihitung sesuai biaya tebus raskin sebesar Rp 1.600 per kg, maka biaya yang ditanggung Pemkot Surabaya tiap bulannya mencapai Rp 1,58 miliar. Dengan menggratiskan raskin bagi warga Kota Surabaya, maka perhitungan per tahun dari beban APBD Kota Surabaya mencapai Rp 19 miliar.

Di Jawa Timur penerima raskin secara keseluruhan berjumlah 2.857.469 RTSPM yang besarnya mencapai 42.862 ton per bulan telah tersebar di 8.506 titik distribusi. Mengenai adanya kualitas raskin yang kurang baik, ia meminta agar warga bisa memintakan gantinya.

“Raskin ini pakai beras medium. Jadi jangan dibandingkan dengan beras premium. Biar tidak ada salah persepsi. Medium ini juga tersimpan cukup lama. Kalau kurang penuhi standar tidak perlu diributkan.

Silahkan kembalikan. Kalau tidak baik atau ada yang cacat kembalikan kami ganti, karena itu sudah jadi komitmen kami memberikan kualitas yang terbaik,” tukasnya. (jprov)