JATIMPOS.CO/SURABAYA - Sejak adanya pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomian di wilayah Madura hanya menjadi ucapan belaka saja. Pasalnya sejak jembatan tersebut berdiri hingga kini perekonomian Pulau Madura sepertinya jalan ditempat.atau tak ada perubahan yang signifikan.


Sebagaimana diberitakan web.DPRD Jatim, anggota Komisi D DPRD Jatim yang membidangi tentang Pembangunan Abdul Halim SH mengakui bahwa pembangunan Jembatan Suramadu tidak bisa membantu mendongkrak perekonomian wilayah Madura terutama di kaki Suramadu sisi Madura Bangkalan.

“Seharusnya pihak BPWS sebagai Badan yang diberi wewenang oleh Pemerintah harus berani melakukan terobosan baru seperti menghidupkan sisi kaki Suramadu yang ada di Madura dengan membangun sentra kuliner ataupun yang bisa menarik masyarakat luar Madura untuk berkunjung,” terang Abdul Halim Serius, Senin (18/7).

Saat ini, masih terang Politisi Asal Partai Gerindra Jatim, pihaknya memandang BPWS tidak melibatkan tokoh-tokoh asli Madura utamanya di Kabupaten Bangkalan, hal ini yang menyebabkan wilayah Madura tidak bisa berkembang sejak adanya Jembatan Suramadu tersebut.

” Berdasarkan pengakuan masyarakat Madura utamanya warga tanah merah Bangkalan ,bahwa perlu adanya jalan alternative di daerah tanah merah untuk menuju Jembatan Suramadu,” tegas Ketua F-Partai Gerindra DPRD Jatim ini.

Karena itu, Pihak Komisi D DPRD Jatim akan mendorong kepada pihak Badan Pengelola Wilayah Suramadu (BPWS) untuk ikut melibatkan Pemerintah kabupaten Madura, terutama tokoh-tokoh ulama yang ada di Madura, sehingga dirinya yakin keberadaan Jembatan Suramadu yang tujuan utamanya bisa membantu mendongkrak perekonomian di wilayah Madura akan terwujud. (yd)