Empat warga negara asing yang menjadi korban Bom Bali I tetap mencintai Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam persidangan Umar Patek di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (5/4/2012).


Steven Wiliam Cabler, warga negara Amerika yang harus menderita gangguan pernafasan mengaku tetap suka dengan Indonesia, namun ia sangat mengutuk orang-orang yang telah melakukan pemboman yang menewaskan 202 orang tersebut.

"Saya ingin menyampaikan bahwa kejadian keji tersebut tidak bisa diterima, ini merupakan kejahatan besar, negara ini mencitai perdamaian, tetapi mengapa kejadian ini bisa terjadi, ini sebuah pengalaman sulit dialami dan di lalui," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan dengan tiga warga negara Australia lainnya yang menjadi korban Bom Bali I. Jasen Mccartney mengungkapkan dalam persidangan bahwa dirinya pun tetap mencintai Indonesia.

"Saya tetap suka Indonesia, terutama Bali. Hanya saya sedih, tetapi sedih bukan untuk diri saya, melainkan sedih atas musibah ini, dan itu yang membuat saya marah," ungkapnya.

Peter Huges dan Steward Anstey pun mengungkapkan hal yang sama, meskipun menjadi korban peledakan kedua warga negara Australia tersebut tetap menyukai Indonesia.

"Saya tetap suka Indonesia. Bahkan saya pun sudah kembali ke Indonesia. Ini bukan salah Indonesia, tetapi yang salah itu terorisnya," ungkap Steward.