JATIMPOS.CO/SURABAYA - Sekitar 100 orang Perwakilan UNICEF di Asia Pasifik akan mengikuti Konferensi Kota Ramah Anak di Surabaya.Forum Walikota se-Asia Pasifik bertajuk Gro wing Up Urban Summit UNICEF ini digelar Senin 7 Mei sampai Selasa 8 Mei 2018 di Hotel JW Marriott Surabaya.


 

Pertemuan ini melibatkan 100 peserta dari 15 kota di 8 negara Asia Pasifik. Para wali kota dan gubernur dari 8 negara Asia Pasifik juga turut hadir di acara ini.

Dalam pertemuan tersebut mereka akan melakukan pertemuan, diskusi, juga mendengarkan presentasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tentang upaya-upaya perlindungan anak yang selama ini dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya mengatakan, acara ini merupakan forum diskusi para wali kota untuk menghasilkan konsep penanganan anak di tingkat Asia Pasifik dan tingkat dunia. Setelah itu juga ada deklarasi Surabaya terkait kepedulian terhadap perlindungan anak.

Para delegasi juga akan diajak kunjungan lapangan di antaranya melihat Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga)di Gedung Siola, pusat layanan anak berkebutuha khusus (ABK), lalu kunjungan ke Koridor Coworking Space, dan Kampung Maspati.

"Para delegasi mulai datang hari Sabtu. Nanti minggu paginya bisa melihat Surabaya Vaganza," ujar Antiek, Jumat (4/5/2018).

Menurut Antiek, pertemuan ini akan merumuskan konsep penanganan anak sesuai hasil konvensi UNICEF PBB.

"Kami akan mendiskusikan pendampingan permasalahan anak sampai akar masalahnya. Kami juga akan tunjukkan cara Surabaya menangani dan memenuhi hak-hak anak," katanya.

Sedangkan negara yang mengikuti pertemuan ini, tambah Antiek, antara lain Indonesia,Kamboja Vietnam, Thailand,China,dll termasuk Philipina. (tot)