JATIMPOS.CO/SURABAYA - Tidak terima kota tercintanya Surabaya diobok-obok oleh teroris, Arek-Arek Surabaya terlecut semangat heroismenya untuk bangkit melawan teroris.


 

Sepanjang pengamatan Jatim Pos pasca teror bom bunuh diri pada Minggu pagi di 3 buah Gereja dan pada hari Senin pagi di Mapolresta Surabaya dibeberapa sudut kota Surabaya bermunculan spanduk-spanduk bernada heroisme melawan terorisme.

Salah satu spanduk heroisme terpasang di persimpangan Jl. Raya Diponegoro dan Jl. Kartini dengan kata-kata: “Kami siap melawan !” Bahkan di Jl. Gemblongan Surabaya terpasang spanduk yang bernada hujatan dan kemarahan Arek-Arek Surabaya. “Teroris Jancuk Arek Suroboyo melawan”.

Dilain tempat jatimpos.co juga menjumpai spanduk bernada heroisme tersebut. Tidak jelas siapa saja yang memasang spanduk-spanduk tersebut. Tukang tambal ban di dekat trafik light Jl.Kartini yang mengaku bernama Ahmad mengatakan tidak tahu siapa yang memasang spanduk–spanduk tersebut.

“Rupanya dipasang pada malam hari, saya sudah pulang tahu-tahu pada pagi hari sudah ada spanduk-spanduk heroisme melawan terorisme,” jelas Ahmad.

Menurut Cak Mad panggilan sehari-harinya dia setuju saja dengan niat isi spanduk yang melawan terorisme.

“Kurang hajar teroris itu saya juga siap melawan mereka, coba lihat jalan-jalan di kota Surabaya jadi sepi biasanya ramai banyak pengendara minta tambah angin disini,” keluh Ahmad atas sepinya lalu lintas yang lewat di Jl. Diponegoro pasca teror bom Minggu dan Senin di kota Surabaya.

Spanduk-spanduk bernada heroisme tersebut tidak hanya menjadi perhatian Ahmad tetapi juga menjadi perhatian para pengendara yang lalu lalang di persimpangan jalan Kartini dan Jalan Diponegoro.

Pengendara yang berhenti di trafik light dapat dipastikan menoleh ke arah spanduk dan membacanya karena spanduk memang diletakan pada tempat yang strategis.

Bung Tomo Baru

Lain Ahmad, lain pula komentar Pardi dari Jl. Plampitan Surabaya. Pardi tidak hanya mendukung melawan terorisme tetapi juga menginkan di kota Surabaya sekarang lahir “Bung Tomo Baru” untuk melawan terorisme yang sudah berani mengobok kota Surabaya yang selama ini dinilai aman dan kondusif.

“Keterlaluan ulah teroris biadab itu saya siap melawan. Jika pada tahun 45 ada Bung Tomo yang mengobarkan semangat bertempur melawan penjajah Belanda, sekarang jaman now arek Suroboyo perlu ada Bung Tomo baru lahir di kota Surabaya untuk mengusir para teroris dari bumi Surabaya,” ujar Pardi yang mengaku tinggal di kawasan Jl. Palmpitan Surabaya berapi-api.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada para awak Media di Media Center mengungkapkan pasca peledakan bom di pintu masuk Mapolresta Surabaya, Senin pagi, pihak Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris Tri Murtiono yang tewas meledakan diri bersama istri dan seorang anaknya di pintu masuk Mapolresta Surabaya saat diperiksa petugas tentang surat-surat kendaraannnya menemukan 54 bom aktif.

Bom-bom tersebut kata Kombes Pol Frans Barung Mangera sudah diledakkan di kawasan lahan bakau di Rungkut Surabaya Timur.

Kepada seluruh warga kota Surabaya Kombes Pol Frans Barung Mangera mengimbau agar tetap tenang sebab Polri sedang menangani aksi teroris yang dalam beberapa hari terahkir ini menunjukan peningkatan aktivitasnya di kota Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya. (tot)