JATIMPOS.CO/SURABAYA - Biasanya dalam bulan Suci Ramadhan para pejabat pemerintahan mengadakan Safari Ramadhan. Namun, sekarang ini di Kota Surabaya tidak demikian.


Pasca terjadinya teror bom bunuh diri di tiga gereja yang menelan belasan korban jiwa dan lebih dari 30 korban luka-luka, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, saat ini berupaya memulihkan kondisi keamanan Kota Surabaya yang selama ini dikenal aman , nyaman dan tentram.

Salah satu cara jitu dan efektif yang dilakukan oleh Forkopimda Surabaya adalah dengan mengadakan Safari “Jogo Suroboyo” (bahasa Jawa) alias menjaga Surabaya.

Safari “Jogo Suroboyo” kental dengan nuansa silaturrahmi yang diadakan mulai jam 20.00 WIB antara jajaran Forkopimda dengan warga kota Surabaya yang diwakili oleh RT/RW, LKMK dan tokoh masyarakat disetiap wilayah Kecamatan kota Surabaya.

Sampai Kamis malam kemarin ada tiga Kecamatan yang sudah mengadakan "Silaturahmi Jogo Suroboyo” yaitu Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Tandes dan Kecamatan Rungkut Surabaya.

Pembicara utama dalam forum silaturahmi Safari “Jogo Suroboyo” selain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, juga Kapolresta Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, dan Danrem 084/Bhaskara Jaya Kol Kav M. Zukifli, Kejari Surabaya.

Pertama di Dunia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan aksi teror bom bunuh diri di Kota Surabaya tidak hanya mengagetkan Pemerintah dan bangsa Indonesia, tetapi juga mengagetkan dunia internasional termasuk PBB.

Sebab, kata wali kota yang populer dipanggil Risma tersebut, cara atau model bom bunuh diri yang dilakukan oleh para teroris mengunakan “keluarga” yaitu Bapak, Ibu dan anak-anak.

Para pelaku bom bunuh diri di 3 tempat yaitu gereja, Rusunawa dan di Mapolresta, semuanya melibatkan keluarga. ”Cara ini baru pertama kali terjadi di dunia,” ujar Risma meyakinkan.

Kepada RT dan RW serta tokoh masyarakat di Kota Surabaya, Risma minta agar selalu waspada dan mengawasi warganya serta meningkatkan silaturahmi sesama warga setempat.

“Bila ditemukan hal-hal aneh dan mencurigakan disekelilingnya segera laporkan ke kami, tidak perlu ramai-ramai datang ke kantor Pemkot, tetapi cukup dengan WA di handphone,“ pesan Risma sambil menambahkan masak ada tetangga yang bikin bom rakitan sampai puluhan buah tidak ada yang mengetahui.

Pada bagian lain Risma mengajak para RT/RW, LKMK, dan tokoh masyarakat Surabaya untuk menjaga Surabaya. “Dulu Bung Tomo mengajak Arek Suroboyo untuk berjuang dan membela kemerdekaan RI, sekarang ayo bersama-sama jogo Suroboyo (menjaga kota Surabaya)”.

Kapolresta Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengajak para RT/RW dan tokoh masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Bila ada orang pindah rumah jangan hanya diperiksa surat-suratnya tok, tetapi cek keadaan rumahnya, cek keluarganya, cek pekerjaanya apa benar bekerja atau menganggur. Kenali tetangga baru tersebut jangan didiamkan saja, pesannya mengingatkan.

"Sekarang mari kita rapatkan barisan, ayo kita kerja bersama, kita harus bangkit bersatu bahu membahu, hidupkan lagi siskamling. Mereka sekarang ada disekitar kita. Buktinya telah ada, tetangga kita di Manukan Wetan ternyata teroris,“ kata Rudi.

Danrem 084 Bhaskara Jaya Kol Kav M. Zuklifi mengingatkan seluruh warga kota Surabaya agar meningkatkan partisipasi untuk menjaga lingkungan. Tingkatkan terus kewaspadaan tetapi jangan main hakim sendiri.

Kedepan, kata Danrem, pihaknya akan mengusulkan kepada Pemerintah agar penjualan bahan kimia peledak di kota Surabaya diawasi dengan ketat.

“Bahan kimia peledak banyak dijual mudah dan bebas di Kota Surabaya, ini perlu diawasi dengan ketat,” pesan Danrem Kol Kav M. Zuklifi. (tot)