JATIMPOS.CO//SURABAYA- Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, pada momentum lebaran ini bersama seluruh jajaran Forpimda dan warga kota Surabaya tidak mau lagi kecolongan seperti teror bom baru-baru ini.

“Kami sudah lebih bahu membahu merapatkan barisan. Semua RT/RW telah kami lengkapi dengan sipandu yaitu deteksi dini kependudukan yang dikenal dengan nama sistem onformasi penataan penduduk terpadu,” ujar Risma.

Hal tersebut disampaikan oleh Risma usai memimpin Apel kesiapan pengamanan malam Takbir, Sholat  Idul Fitri, Angkutan Lebaran    dan libur cuti bersama 2018 di Taman Surya Surabaya Senin sore kemarin.

Apel diikuti oleh Gartap 3, Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Satpol PP, Dishub, Dinas Pemadam Kebakaran dan lain-lain termasuk PMI kota Surabaya dengan total 22 SST dan 7 regu.

Menjawab Jatim Pos meskipun pantauan penduduk ditingkatkan namun kota Surabaya tidak menjadi kota tertutup. “Kota Surabaya yang kita cintai ini tetap terbuka bagi seliruh warga negara Indonesia,”tegas Risma.

Pada bagian lainnya Risma berpesan kepada seluruh warga kots Surabaya agar tidak kuatir tentang keamanan kota Surabaya saat Lebaran nanti. 

“Insya Allah semuanya aman. Kami semuanya  berada di kota Surabaya termasuk saya dengan keluarga. Insya Allah semuanya aman dan kita dapat berlebaran dengan sukacita penuh kegembiraan,” katanya.

“Selamat  hari Raya Idul Fitri 1439 H Mohon maaf lahir dan bathin,” ujar Risma penuh khikmad.(tot)